Keindahan Telaga Mabloe Yang Menenangkan Hati
KILASRIAU.com - Di tahun 2022 ini seluruh masyarakat yang ada di Indonesia dan tidak terkecuali dengan Kabupaten Inhil yang masih harus hidup berdampingan dengan virus corona.
Dengan kondisi seperti tentunya sangat mempengaruhi keadaan dan kebiasaan sehari-hari, tak hanya itu tren wisata masyarakat juga berubah.
- Polres Indragiri Hilir Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Perkuat Silaturahmi dan Sinergitas Kamtibmas
- Bupati Inhil Hadiri Fun Night Run Hari Bhayangkara ke-80, Sinergitas Polri dan Masyarakat
- Ketua PW IWO Riau dan Andi Darma Taufik Bahas Beragam Persoalan Masyarakat
- Gladi Bersih 6.100 Penari Joget Mande Digelar, Inhil Siap Pecahkan Rekor MURI
- Dinamika Politik Kian Sentral, Ketum SMSI Pusat Firdaus Minta Media Siber Daerah Jaga Independensi
Untuk itu, agar selalu terhindar dari penyebaran virus Covid-19, Wisatawan saat ini memilih mengutamakan destinasi wisata yang memiliki protokol kesehatan terutama di destinasi wisata alam terbuka dan meliki suasana yang tenang, alam yang asri.
Maka dari itu sangat disarankan destinasi Telaga Mabloe karena wisatawan dapat menikmati desiran suara-suara syahdu dari daun yang saling bergesekan membuat hati menjadi tenang.
Telaga mabloe atau Danau mabloe ini terletak di Desa Sungai Bela, Kuala Indragiri, KabupatenInhil, Riau. Oleh sebab itu, Telaga Mabloe sangat cocok menjadi tempat meditasi untuk menenangkan diri, ditemani kicauan burung, hembusan angin, dan Hamparan tanaman-tanaman di sekitarnya menambah suasana asri dari objek wisata. Karena di tempat ini, pengunjung akan mendapati air telaga yang tenang tak beriak, dan hijau.
Pemkab Inhil juga berusaha menjaga tempat ini agar tidak dirusak. karena, Telaga Mablu ini merupakan kawasan konservasi yang menjadi salah satu ikon daerah. Tahun 2015, pernah terjadi protes dari organisasi masyarakat di Inhil terkait penyelamatan kawasan ini.
Telaga mabloe kian mempesona, sebab tempat ini merupakan persinggahan burung migrasi. Burung-burung migran itu umumnya berasal dari Asia Selatan. Namun, tak jarang juga berasal dari Australia dan Asia Timur.
Tak hanya itu, kawasan Telaga Mabloe atau kawasan Pulau Basu secara luas merupakan kawasan hutan bakau dan hutan rawa gambut alami.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Junaidy S.Sos M.Si mengatakan bahwa Kawasan ini masih alami. Bahkan belum ada infrastruktur khusus menuju ke sana. Harus melalui trasportasi laut hingga ke dalam (Danau Mablu, red). (Advertorial)

Tulis Komentar