Kesenian pada Limbah Tempurung Kelapa

Kilasriau.com, INDRAGIRI HILIR - Tempurung kelapa yang selama ini hanya di anggap sebagai limbah dan diketahui hanya bisa diolah menjadi arang, ternyata juga bisa diolah sebagai bahan kerajinan tangan yang memiliki nilai seni yang cukup tinggi.

Seperti yang dilakukan seorang pengolah kopra putih di Kecamatan Tembilahan ini, tempurung kelapa yang selama ini hanya diolahnya menjadi arang, atas keterampilan yang ia miliki tempurung tersebut diolahnya menjadi barang yang memiliki nilai jual.

Dari pantauan langsung di lokasi, berbagi jenis kerajinan tangan yang diolahnya melalui tempurung kelapa seperti pot bunga, sarang burung, asbak rokok, hiasan lampu, bahkan pelaku usaha kopra putih ini juga berencana akan membuat beground batok kelapa yang dicampur dengan bahan resin.

Tempurung kelapa yang semulanya hanya limbah setelah melalui beberapa proses tahapan pengolahan hasilnya sangat terlihat
sangat indah.

"Kita mencoba untuk membuat suatu pengembangan kegiatan terpadu yang berbahan dasar kelapa," tutur Ekhsan, Minggu (24/10/2021).

"Yang mana daging kelapa kita olah menjadi kopra, sedangkan limbahnya yang selama ini haya kita olah menjadi arang maka kita coba untuk buat suatu kesenian kerajinan tangan yang bisa menambah angka nilai jual dari limbah itu sendiri. Sedangkan sabutnya juga bisa diolah menjadi beground yang nantinya juga akan dicampur dengan cairan resin," tambahnya.

"Ini adalah konsep terpadu yang ingin kita kembangkan," papar Ekhsan.

Untuk diketahui, dari pengamatan awak media, dalam proses pembuatan kerajinan tangan melalui tempurung kelapa, agar hasilnya benar-benar maksimal sangat diperlukan alat-alat pendukung seperti mesin penghalus, pemotong dan lainnya. (Adv/Arbain)






Tulis Komentar