Putuskan Mata Rantai Covid-19 di Tembilahan, Disdagtri Inhil Laksanakan Penertiban ke Pedagang
KILASRIAU.com - Untuk memutuskan mata rantai penyebaran covid-19 di Kabupaten Inhil khususnya Tembilahan Trantip Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagtri) Kabupaten Indragiri Hilir melakukan penertiban pedagang yang berjualan tanpa menggunakan masker dan sarung tangan, Jum'at (1/5/2020).
Dalam pelaksanaan tersebut dilakukan di 12 titik yang ada di kota Tembilahan diantaranya Jalan Sudirman, M Boya, Parit 6, Parit 11 dan lain-lainnya.
Kepala Seksi (Kasi) Trantip Pasar Disdagtri Inhil, Yono kepada KILASRIAU.com mengatakan bahwa penertiban ini dilakukan dalam rangka pencegahan penularan virus covid-19, karena mengingat sudah ada warga di Kabupaten Inhil yang terkonfirmasi covid-19.
- Uang Kebersihan Rutin Ditarik, Tumpukan Sampah Bau Busuk Malah Dibiarkan DLH!
- Sat Lantas Polres Inhil Patroli Jl. Terusan Mas-Parit 21, Antisipasi Balap Liar dan Kejahatan C3
- Kapolda Riau Bersama Pangdam XIX dan Menteri Kehutanan Bahas Restorasi Gambut dan Cegah Karhutla di Rumah Runding Kabupaten Bengkalis
- ISPU Inhil Tembus 311, Kapolres Donny: Kurangi Aktivitas di Luar dan Gunakan Masker
- Sekda Inhil Bersama OPD Gotong Royong Bersihkan Kawasan Islamic Center
"Kita melaksanakan kegiatan ini sebenarnya bukan melarang pedagang untuk berjualan, akan tetapi menertibkan para pedagang yang berjualan agar kiranya selalu menggunakan masker dan sarung tangan pada saat berjualan, karena di wilayah kita ini sudah ada yang terpapar atau terkonfirmasi covid-19," sebut Yono.
Lebih lanjut lagi Yono menjelaskan kegiatan yang dilakukan pada sore hari ini diberlakukan kepada seluruh pedagang takjil, Lauk Pauk yang berjualan selama bulan suci Ramadhan.
"Semua pedang yang berjualan takjil dan lauk pauk selama bulan suci Ramadhan kita tertipkan agar selalu menggunakan masker dan sarung tangan, khususnya pedagang kaki lima (PKL) seperti yang berjualan di sekitar mesjid Al-Huda, di sekitaran Jalan M.Boya, Sekitaran Jalan Prof. M. Yamin, Jalan Subrantas dan lain-lain," jelasnya.
Kemudian, Yono menuturkan bahwa kegiatan ini rutin dilakukan agar masyarakat khususnya pedagang melaksanakan himbauan pemerintah agar sama-sama bisa memutuskan mata rantai penyebaran covid-19.

Tulis Komentar