Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Turun hingga Dini Hari
Kilasriau.com - Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi meluas hampir di seluruh wilayah Provinsi Riau pada Senin (5/10/2026), terutama pada sore hingga malam hari. Hujan juga masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah hingga dini hari.
Forecaster On Duty BMKG, Ranti Kurniati, mengatakan berdasarkan pantauan citra radar cuaca, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang sudah terjadi pada pagi hari di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten Kampar.
Memasuki siang hingga sore, hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, Pelalawan, Indragiri Hilir, Kampar, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis dan Kota Dumai.
- ISPU Inhil Capai 224, Kualitas Udara Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
- Kabut Asap Kuansing Berbahaya, Pemkab Masih Bisu dan Biarkan Anak-Anak Menghirup Racun
- Hujan Guyur Riau, Udara Pekanbaru Kembali Bersih
- Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Baik, Polda Riau: Penanganan Karhutla Tetap Berjalan
- Musim Kemarau dan Angin Kencang, Polres Inhu Akan Tindak Tegas Pelaku Karhutla
Pada sore hingga malam hari, potensi hujan semakin meluas. BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi hampir di seluruh wilayah Riau. Kondisi udara pada periode tersebut berpotensi mengalami kekaburan akibat asap hingga berawan.
Sementara pada dini hari, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi, Bengkalis, Siak, dan Kota Pekanbaru. Kondisi udara secara umum diprakirakan kabur hingga berawan.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, Kuantan Singingi, Kampar dan Kota Dumai.
"Potensi tersebut diprakirakan terjadi pada sore serta malam hingga dini hari. Masyarakat di wilayah yang masuk dalam peringatan dini diimbau mewaspadai perubahan cuaca, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan," ungkapnya.
Untuk kondisi umum, suhu udara di Riau diprakirakan berada pada kisaran 23 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan udara 50–100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat laut dengan kecepatan 10–40 kilometer per jam.
"Sementara itu, tinggi gelombang laut di wilayah perairan Provinsi Riau diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau masih dalam kategori rendah," jelasnya.
Di sisi lain, pemantauan hotspot hingga pukul 23.00 WIB menunjukkan terdapat tujuh titik panas di Provinsi Riau. Hotspot tersebut tersebar di Kabupaten Kuantan Singingi satu titik, Pelalawan satu titik, Kampar satu titik, Indragiri Hilir tiga titik dan Indragiri Hulu satu titik.
Secara keseluruhan, jumlah hotspot di wilayah Sumatera tercatat sebanyak 2.804 titik. Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 2.196 titik, disusul Bangka Belitung 296 titik, Lampung 185 titik dan Jambi 114 titik.
Hotspot lainnya terpantau di Sumatera Barat tiga titik, Kepulauan Riau dua titik dan Bengkulu satu titik.
Keberadaan hotspot merupakan indikator titik panas yang terdeteksi melalui pemantauan satelit dan tidak secara otomatis menunjukkan sumber maupun luas kebakaran. Potensi kekaburan udara akibat asap juga dipengaruhi kondisi atmosfer serta arah dan kecepatan angin.
"BMKG mengimbau masyarakat tetap memantau perkembangan informasi cuaca, khususnya di wilayah yang masuk dalam peringatan dini. Warga juga diminta berhati-hati terhadap potensi petir dan angin kencang saat hujan terjadi," imbaunya lagi.

Tulis Komentar