Tiga Bangunan SMPN 5 Teluk Kuantan Dilalap Sijago Merah, Kerugian Capai Rp250 Juta
KUANTAN SINGINGI (KilasRiau.com) – Suasana di lingkungan SMP Negeri 5 Teluk Kuantan, Desa Titian Modang Kopah, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, mendadak berubah menjadi kepanikan, Sabtu (8/8/2026) sore.

Tiga bangunan yang berada di kompleks sekolah tersebut dilalap si jago merah. Api menghanguskan musholla, gudang, dan kantin sekolah dalam kebakaran yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.
Kobaran api yang membesar membuat warga sekitar bergegas menuju lokasi. Sejumlah warga bahkan ikut berjibaku melakukan pemadaman secara manual sebelum armada pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Asap tebal membumbung dari kawasan sekolah. Api terlihat melahap bagian bangunan yang berada dalam satu kawasan, memunculkan kekhawatiran kebakaran merembet ke bangunan sekolah lainnya.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Satpol PP dan PKP) Kabupaten Kuantan Singingi, Rio Kasyterwandra, S.Sos., M.M., membenarkan peristiwa tersebut.
“Benar, ada tiga unit bangunan SMPN 5 Teluk Kuantan yang terbakar, yakni musholla, gudang, dan kantin,” ujar Rio kepada jurnalis.
Informasi awal yang diterima petugas menyebutkan, api diduga berasal dari korsleting listrik.
Dugaan tersebut berkaitan dengan jaringan kabel listrik yang menghubungkan bangunan musholla, gudang dan kantin sekolah.
“Diduga api berasal dari arus pendek pada kabel listrik yang menghubungkan musholla, gudang, dan kantin sekolah sehingga menyebabkan kebakaran,” kata Rio.
Meski demikian, dugaan korsleting tersebut masih menjadi informasi awal. Penyebab pasti kebakaran tetap membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Pasalnya, kebakaran yang terjadi di lingkungan fasilitas pendidikan tidak hanya menyangkut kerusakan bangunan, tetapi juga menyisakan pertanyaan mengenai kondisi jaringan listrik serta aspek keselamatan bangunan di lingkungan sekolah.
Begitu api terlihat membesar, warga sekitar tidak tinggal diam.
Dengan peralatan seadanya, masyarakat berusaha menahan kobaran api agar tidak semakin meluas. Mereka beramai-ramai melakukan pemadaman sembari menunggu bantuan petugas pemadam kebakaran.
Namun, besarnya kobaran api membuat upaya pemadaman secara manual menghadapi keterbatasan.
Petugas pemadam kebakaran kemudian tiba dan langsung melakukan penyemprotan terhadap titik-titik api.
Perlawanan terhadap kobaran api berlangsung hingga akhirnya petugas berhasil mengendalikan dan memadamkan api.
Langkah cepat warga dan petugas menjadi faktor penting untuk mencegah kobaran api menjalar ke bangunan lain di kawasan SMPN 5 Teluk Kuantan.
Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, S.Sos., M.Si., turut berada di lokasi kejadian.
Ia membenarkan adanya kebakaran yang melanda tiga bangunan di lingkungan SMP Negeri 5 Teluk Kuantan tersebut.
Kehadiran pemerintah kecamatan di lokasi sekaligus untuk melihat langsung kondisi bangunan yang terdampak serta memastikan proses pemadaman berjalan hingga api benar-benar dinyatakan aman.
Kebakaran tersebut meninggalkan kerugian material yang tidak sedikit.
Satpol PP dan PKP Kuansing memperkirakan total kerugian akibat peristiwa tersebut mencapai sekitar Rp250 juta.
“Kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp250 juta,” ujar Rio.
Tiga bangunan yang menjadi fasilitas pendukung aktivitas sekolah kini mengalami kerusakan akibat dilalap api.
Belum diketahui secara rinci tingkat kerusakan masing-masing bangunan maupun barang-barang yang berada di dalamnya. Pendataan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan nilai kerugian secara keseluruhan.
Kebakaran di SMPN 5 Teluk Kuantan ini menjadi perhatian tersendiri karena fasilitas yang terdampak merupakan bagian dari lingkungan pendidikan.
Musholla merupakan fasilitas keagamaan, gudang menjadi tempat penyimpanan berbagai perlengkapan, sementara kantin merupakan fasilitas penunjang bagi warga sekolah.
Kehilangan tiga fasilitas tersebut tentu berpotensi memengaruhi aktivitas sekolah, terutama apabila bangunan mengalami kerusakan berat dan membutuhkan waktu untuk diperbaiki.
Karena itu, selain memastikan penyebab kebakaran, perhatian berikutnya adalah bagaimana pemulihan fasilitas sekolah dilakukan agar aktivitas pendidikan tidak terganggu.
Di sisi lain, dugaan korsleting listrik juga menjadi catatan penting. Pemeriksaan terhadap jaringan kelistrikan di kawasan sekolah dinilai penting dilakukan untuk memastikan tidak terdapat persoalan serupa yang dapat menimbulkan risiko kebakaran kembali.
Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian sekitar Rp250 juta menjadi pukulan material bagi pihak sekolah.

Kini, tiga bangunan yang sebelumnya menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari di SMPN 5 Teluk Kuantan menyisakan jejak kebakaran.
Api memang telah padam. Namun, pertanyaan mengenai penyebab pasti, kondisi jaringan listrik, tingkat kerusakan, serta langkah pemulihan fasilitas sekolah masih menunggu penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait.*(ald)

Tulis Komentar