Disambut Ribuan Warga, Plt Bupati Mukhlisin Lepas Pacu Jalur Rayon IV di Gunung Toar

foto: istimewa (doc. kilasriau.com)

KUANTAN SINGINGI (KilasRiau.com) — Deru mesin boat memecah tenang aliran Sungai Kuantan, disusul riuh tepuk tangan dan lambaian ribuan masyarakat yang memadati Tepian Gelanggang Datuk Bandaro, Desa Gunung, Kecamatan Gunung Toar, Jumat (24/7/2027) petang. Di atas sebuah boat yang melaju perlahan menuju Pancang Start, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), H. Mukhlisin, hadir untuk melepas perlombaan Pacu Jalur Rayon IV, salah satu rangkaian penting dalam kalender budaya masyarakat Kuantan.

Pemandangan itu menjadi potret harmoni antara pemimpin, rakyat, dan tradisi yang telah mengakar selama berabad-abad. Tepian sungai berubah menjadi lautan manusia. Anak-anak, orang tua, hingga wisatawan berdiri berjejer memenuhi setiap sudut arena, menantikan dimulainya perlombaan yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Kuansing.

Mengenakan busana Melayu berwarna biru, Mukhlisin tampak didampingi sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Boat yang membawanya dikawal iring-iringan sejumlah perahu masyarakat, menciptakan prosesi yang sarat nuansa adat dan kebersamaan.

Sepanjang perjalanan menuju Pancang Start, Mukhlisin beberapa kali melambaikan tangan kepada masyarakat yang memenuhi tepian Sungai Kuantan. Sapaan itu disambut sorak-sorai, tepuk tangan, hingga teriakan penyemangat dari ribuan warga yang telah menunggu sejak sore.

Suasana hangat tersebut menggambarkan kedekatan antara pemerintah daerah dan masyarakat. Di tengah kemeriahan pesta rakyat, tidak tampak sekat antara pemimpin dan warga. Semua larut dalam semangat yang sama, merayakan tradisi yang telah menjadi identitas Kuantan Singingi.

Turut mendampingi Plt Bupati dalam kesempatan itu Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kuansing Muradi, M.Si., Kepala Kejaksaan Negeri Kuansing M. Harun Sunadi, M.H., Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, M.H., serta Ketua Pengadilan Negeri Kuantan Singingi Subiar Teguh Wijaya, S.H. Kehadiran unsur Forkopimda menunjukkan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan agenda budaya yang setiap tahunnya mampu menggerakkan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Sesampainya di Pancang Start, Mukhlisin secara resmi melepas jalur-jalur yang bertanding. Suara dentuman meriam dan aba-aba perlombaan menjadi penanda dimulainya pertarungan para atlet dayung tradisional yang akan menguji kekuatan, kekompakan, serta strategi masing-masing jalur di lintasan Sungai Kuantan.

Dalam keterangannya, Mukhlisin menegaskan bahwa Pacu Jalur memiliki makna jauh lebih besar dibanding sekadar perlombaan olahraga tradisional. Menurutnya, tradisi tersebut merupakan identitas budaya yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

"Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan mendayung, tetapi identitas dan kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi. Mari kita sukseskan bersama dengan menjaga sportivitas, keamanan, dan menunjukkan keramahan kita kepada seluruh tamu yang hadir," ujar Mukhlisin.

Ia menilai keberhasilan penyelenggaraan Pacu Jalur bukan hanya ditentukan oleh siapa yang keluar sebagai juara, melainkan juga oleh kemampuan seluruh elemen masyarakat menjaga ketertiban, keamanan, serta menghadirkan suasana yang nyaman bagi para tamu yang datang dari berbagai daerah.

Menurut Mukhlisin, Pacu Jalur merupakan warisan budaya yang tidak ternilai. Selain menjadi simbol persatuan masyarakat, tradisi tersebut juga memiliki dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Setiap penyelenggaraan pacu, ribuan pengunjung datang memadati lokasi sehingga turut menghidupkan sektor usaha mikro, perdagangan, kuliner, hingga jasa transportasi masyarakat.

Camat Gunung Toar, Hendri Joprison, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Plt Bupati beserta jajaran Forkopimda di arena Pacu Jalur Rayon IV. Ia menilai kehadiran pimpinan daerah menjadi suntikan semangat bagi masyarakat, panitia, maupun para peserta yang akan berlaga.

Menurut Hendri, Pacu Jalur merupakan kebanggaan masyarakat Gunung Toar. Karena itu, dukungan pemerintah daerah menjadi modal penting untuk terus menjaga kualitas penyelenggaraan sekaligus mempertahankan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari berbagai tanggapan yang disampaikan warga. Salah satunya Lusi, warga Koto Gunung, yang mengaku bangga dapat menyaksikan secara langsung kedatangan Plt Bupati.

"Kami sangat senang Pak Mukhlisin datang langsung ke Gunung Toar. Beliau menyapa masyarakat, melambaikan tangan, dan suasananya terasa begitu dekat. Semoga beliau selalu sehat dan terus mendukung Pacu Jalur sebagai kebanggaan kita bersama," katanya.

Bagi masyarakat Kuansing, Pacu Jalur bukan sekadar agenda tahunan. Tradisi yang telah berlangsung sejak ratusan tahun silam ini merupakan simbol gotong royong, persatuan, dan semangat kolektif masyarakat pesisir Sungai Kuantan. Sebuah jalur tidak mungkin melaju tanpa kekompakan puluhan anak pacu yang mendayung dengan irama yang sama. Filosofi itu pula yang terus hidup dalam kehidupan masyarakat Kuansing.

Pelaksanaan Pacu Jalur Rayon IV di Tepian Datuk Bandaro kembali memperlihatkan besarnya kecintaan masyarakat terhadap tradisi tersebut. Ribuan orang memadati arena sejak siang hingga petang. Tidak sedikit yang datang bersama keluarga, membawa bekal, dan memilih bertahan berjam-jam demi menyaksikan jalur-jalur terbaik berlaga di atas Sungai Kuantan.

Kemeriahan itu sekaligus menjadi bukti bahwa Pacu Jalur tetap memiliki daya tarik yang kuat sebagai atraksi budaya dan pariwisata. Tradisi yang lahir dari kehidupan masyarakat tepian sungai ini kini telah berkembang menjadi ikon Kabupaten Kuantan Singingi yang dikenal luas hingga tingkat nasional.

Di tengah derasnya arus modernisasi, semangat masyarakat yang memenuhi Tepian Datuk Bandaro menjadi penegas bahwa warisan budaya tidak akan kehilangan tempat selama terus dirawat bersama.

Kehadiran Plt Bupati H. Mukhlisin bersama unsur Forkopimda di tengah ribuan masyarakat menjadi simbol komitmen pemerintah untuk memastikan Pacu Jalur tidak hanya bertahan sebagai tradisi masa lalu, tetapi juga terus hidup sebagai kebanggaan masa kini dan masa depan Kabupaten Kuantan Singingi.*(ald)






Tulis Komentar