Di Tengah Penyelidikan Misteri Kematian Dokter PPDS RSUD Siak, Video 14 Menit Pengakuan Sang Istri Viral
Siak, Kilasriau.com – Di tengah masih bergulirnya penyelidikan kematian dr. Alex Cristo Loris, dokter residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi yang ditemukan meninggal di kawasan semak belukar di sisi luar pagar RSUD Tengku Rafian Siak, sebuah video berdurasi 14 menit berisi pengakuan sang istri, dr. Yulianti Marbun, mendadak viral dan memantik perhatian luas publik.
Video yang beredar di platform media sosial itu bukan sekadar merekam duka seorang istri yang kehilangan suami. Di dalamnya, dr. Yulianti mengisahkan secara rinci malam panjang yang dilaluinya saat mencari keberadaan dr. Alex.
Mulai dari menerima permintaan mencari sang suami, menyusuri lorong-lorong rumah sakit seorang diri, menelusuri rekaman CCTV bersama petugas keamanan, hingga pencarian yang akhirnya mengarah ke kawasan semak belukar di sisi luar pagar rumah sakit, tempat jasad dr. Alex ditemukan keesokan harinya.
Pengakuan tersebut menjadi perhatian publik karena memuat sejumlah peristiwa yang menurut dr. Yulianti masih menyisakan banyak pertanyaan. Meski demikian, seluruh isi video merupakan penuturan pribadi dr. Yulianti dan kini menjadi salah satu informasi yang turut didalami penyidik Polres Siak dalam proses penyelidikan yang masih berlangsung.
Menurut dr. Yulianti, pada hari kejadian tidak ada firasat buruk sedikit pun. Seperti rutinitas sebelumnya, dr. Alex berpamitan untuk menjalankan pemeriksaan praoperasi (pre-op) terhadap 12 pasien setelah diminta melengkapi data oleh seniornya.
"Dia bilang sama saya, 'Aku pergi dulu ya, aku mau pre-op ada 12 pasien, Kak Mayang sudah minta data.' Kemudian saya tanya, 'Berapa lama?' Dia jawab, 'Paling lama dua jam,'" kenangnya.
Selang beberapa waktu kemudian, seorang peserta PPDS Obstetri dan Ginekologi datang mencarinya karena disebut ada pasien yang akan menjalani tindakan, namun dr. Alex belum juga ditemukan.
Tak lama kemudian, dr. Yulianti mengaku menerima telepon dari dr. Mayang yang memintanya mencari keberadaan dr. Alex. Karena tidak bertugas di RSUD Tengku Rafian, ia mengaku kebingungan harus memulai pencarian dari mana.
"Saya enggak bantah, Dok. Saya bilang begini, 'Kak, ke mana saya harus cari? Karena saya kan enggak dinas di RSUD, saya enggak tahu. Saya harus cari ke mana, Kak? Ruangan apa, atau ada enggak nomor yang bisa saya hubungi untuk kasih informasi karena mungkin beliau mau maju, jadi enggak bisa balas WhatsApp dengan cepat,'" tuturnya.
Namun, menurut pengakuannya, ia tidak memperoleh petunjuk yang jelas mengenai lokasi dr. Alex.
"Dia hanya bilang, 'Cari dia, aku mau maju. Jangan karena dia aku jadi enggak maju. Aku sudah semester akhir.' Lalu setelah itu saya tanya lagi, 'Iya, Kak, ke mana harus saya cari?' Terus jawabnya, 'Enggak tahu, pokoknya cari saja,'" ungkapnya.
Meski panik, dr. Yulianti mengaku berusaha tetap tenang. Ia menyusuri hampir seluruh ruangan rumah sakit seorang diri sambil menghubungi rekan-rekan dr. Alex untuk meminta bantuan mencari informasi.
"Panik ada, Dok. Tapi karena saya enggak mau menunjukkan kepanikan, jadi saya keliling ke RSUD itu. Saya cari setiap ruangan. Saya enggak tahu ruangannya, saya sendiri. Saya cari sambil telepon-telepon..." kisahnya.
Pencarian, menurut dr. Yulianti, terus berlanjut hingga malam. Ia kemudian meminta bantuan petugas keamanan membuka rekaman CCTV rumah sakit. Berdasarkan penuturannya, proses penelusuran rekaman hanya dilakukan bersama seorang satpam.
"Saya pergi sama satpam ke CCTV. Enggak ada yang mendampingi saya, enggak ada seorang pun. Saya sendiri melihat CCTV, berdua sama satpam. Syukurlah satpam itu baik, mereka memang bantu saya betul-betul," ujarnya.
Ia mengaku rekaman CCTV memperlihatkan dr. Alex terakhir terekam sekitar pukul 17.46 WIB dan terlihat keluar sekitar 18.23 WIB, sementara beberapa kamera lain disebut tidak berfungsi.
Hingga dini hari, pencarian belum membuahkan hasil. Sekitar pukul 06.30 WIB, dr. Yulianti mengaku baru teringat bahwa akun WhatsApp suaminya masih tersambung di sebuah tablet. Saat membuka perangkat tersebut, ia mengaku membaca sebuah pesan di grup internal yang membuatnya terpukul.
"Saya lihat Kak Mayang buat di grup, 'Ini teman kalian enggak nampak dari jam lima, entah masih hidup entah enggak.' Beliau buat seperti itu," ucapnya lirih.
Tak lama kemudian, menurut pengakuannya, seorang yang bernama Fajar menyarankan agar pencarian diperluas ke kawasan semak-semak di luar pagar rumah sakit. Pencarian kemudian mengarah ke lokasi tersebut hingga jasad dr. Alex ditemukan.
Dr. Yulianti juga mengaku kecewa karena selama proses pencarian ia merasa tidak memperoleh pendampingan sebagaimana yang diharapkannya.
"Saya minta tolong dicari tapi malah dikasi asumsi-asumsi dia pergi sama selingkuhan. Saya digituin sama ada polisi yang nanya keterangan sama saya, jadi saya sebenarnya gak terima, Dok," sesalnya.
Ia juga menceritakan momen ketika bergegas menuju lokasi penemuan jasad suaminya.
"Satu lagi, Dok, di TKP saya manjat pagar. Saya gak tau dapat tenaga dari mana saya bisa manjat pagar setinggi itu. Saya lihat Dokter Beni dan pejabat rumah sakit tegak-tegak di situ, mayat suami saya di sini mereka sama sekali tidak mendekat," ungkapnya.
Mengakhiri pengakuannya, dr. Yulianti berharap seluruh rangkaian peristiwa yang dialaminya pada malam itu dapat diungkap secara terang sehingga keluarganya memperoleh kepastian dan keadilan.
Menanggapi video yang beredar, Kilasriau.com mengonfirmasi langsung kepada Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Dr. Raja Kosmos.
Awalnya, AKP Raja Kosmos mengaku belum menerima video tersebut. Setelah video dikirimkan, ia menjelaskan bahwa rekaman itu merupakan penuturan dr. Yulianti kepada para pelayat, bukan keterangan resmi dalam proses penyidikan.
"Ini bukan kesaksian, ini beliau bercerita dengan pelayat. Suaranya pun tidak jelas dan saya tidak bisa menerima jelas audio dari video ini," ujar AKP Dr. Raja Kosmos kepada Kilasriau.com, Senin (20/7/2026).
Meski demikian, ia menegaskan seluruh informasi yang berkembang tetap menjadi bagian dari pendalaman penyidik.
"Pada intinya kita melakukan proses penyelidikan terkait penemuan jenazah dr. Alex Cristo Loris dengan proporsional dan profesional serta menggunakan Scientific Crime Investigation (SCI). Semua informasi terkait kejadian kita jadikan sumber bahan untuk dikembangkan dalam penyelidikan," tegasnya.
AKP Raja Kosmos juga memastikan penyidik telah meminta keterangan dr. Yulianti dan saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik, hasil autopsi, serta melanjutkan pemeriksaan terhadap para saksi.
"Untuk keterangan istrinya kemarin sudah kami ambil. Kami masih menunggu pemeriksaan laboratorium forensik terkait barang bukti yang kita kirimkan, kemudian menunggu hasil autopsi. Selain itu kami sedang melakukan pemeriksaan saksi-saksi terkait perkara ini," pungkasnya.

Tulis Komentar