IWO Sulsel Kecam Pembacokan Ketua IWO Bantaeng, Minta APH Bertindak Tegas
Kilasriau.com, BANTAENG — Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Bantaeng, Dirga, diduga menjadi korban pembacokan oleh seorang pria berinisial WH yang disebut merupakan tetangganya sendiri. Peristiwa tersebut terjadi di Kabupaten Bantaeng pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 14.00 WITA dan kini dalam penanganan pihak kepolisian.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, insiden bermula saat WH diduga mendatangi rumah korban dalam kondisi emosi sambil berteriak dan mengeluarkan makian.
Pihak Bhabinkamtibmas Bonto Rita membenarkan adanya kejadian tersebut dan memastikan kasus kini sedang ditangani aparat kepolisian.
- Polsek Keritang Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Pasar Kembang
- Dugaan Mark Up Kontrak Konsultan Hukum Beranggaran Rp13,5 Miliar Dibidik, 3 Pejabat PLN Pusat Diperiksa Kejati DKI
- Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Kasus Narkotika, Dua Tersangka Diamankan dengan Barang Bukti Shabu dan Ekstasi
- Polsek Keritang Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Pengedar Shabu dengan Barang Bukti 8,9 Gram
- Jalin Sinergi Lintas Instansi, Bea Cukai Aceh Gagalkan Upaya Penyelundupan 527 Gram Emas ke Malaysia
Menurut keterangan Sandi, ipar korban, saat itu Dirga tengah beristirahat di rumah ketika WH datang dan membuat keributan di depan rumah korban.
“Saya mendengar teriakan dan makian karena rumah saya berdampingan dengan rumah Dirga, sehingga saya langsung turun melihat situasi,” ujar Sandi.
Sandi mengaku sempat menanyakan kepada korban terkait penyebab keributan tersebut, namun Dirga mengaku tidak mengetahui persoalan yang membuat WH datang dalam keadaan marah.
Beberapa saat kemudian, Sandi bersama Dirga mendatangi WH menggunakan sepeda motor untuk meminta penjelasan terkait persoalan tersebut. Namun situasi justru memanas ketika keduanya tiba di sekitar lokasi rumah WH.
Menurut Sandi, saat Dirga turun dari sepeda motor, WH yang juga mengendarai motor diduga menabrak korban hingga terjatuh. Keributan pun tidak dapat dihindari.
Warga sekitar yang melihat kejadian langsung berupaya melerai. Namun di tengah situasi itu, WH disebut masuk ke rumah dan mengambil parang.
“Saya lihat WH mengayunkan parang ke arah Dirga sebanyak dua kali. Kalau tidak ditangkis, kemungkinan ibunya WH juga bisa terkena,” ungkap Sandi.
Akibat kejadian tersebut, Dirga mengalami luka dan mengeluarkan darah. Tak lama kemudian, personel Polres Bantaeng tiba di lokasi dan membawa kedua pihak ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan guna memastikan kronologi lengkap dan motif dari insiden tersebut.
Ketua IWO Sulawesi Selatan, Zulkifl Thahir, mengecam keras dugaan aksi pembacokan terhadap Ketua IWO Bantaeng tersebut. Ia meminta aparat penegak hukum bertindak cepat dan tegas terhadap pelaku.
“Kami mengecam keras tindakan brutal yang diduga dilakukan terhadap Ketua IWO Bantaeng. Kekerasan dengan menggunakan senjata tajam tidak bisa dibenarkan dalam kondisi apa pun,” tegas Zulkifl Thahir.
Ia juga mendesak aparat kepolisian segera menangkap pelaku dan memproses kasus tersebut sesuai hukum yang berlaku agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Kami meminta aparat penegak hukum segera menangkap pelaku dan menuntaskan kasus ini secara profesional. Jangan sampai ada pembiaran terhadap tindakan kekerasan seperti ini,” tambahnya.
Zulkifl juga berharap kondisi korban segera membaik dan meminta seluruh pihak menahan diri serta menyerahkan proses penanganan sepenuhnya kepada aparat kepolisian.

Tulis Komentar