Dua Kader GMNI Inhil Resmi Dikukuhkan sebagai DPP Periode 2025-2028
Kilasriau.com, JAKARTA — Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) di bawah kepemimpinan Ketua Umum Sujahri Somar dan Sekretaris Jenderal Amir Mahfut, secara resmi mengukuhkan jajaran pengurus periode 2025–2028.
Prosesi pengukuhan tersebut diselenggarakan di Golden Boutique Hotel Kemayoran, Jakarta Pusat, dengan mengusung tema “Reposisi GMNI Kembali Meneguhkan Spirit Marhaenisme”, Kamis (15/1/2026)
Dalam momentum pengukuhan tersebut, Satria Pratama JP resmi dikukuhkan sebagai Kepala Badan Pers Media dan Publikasi DPP GMNI, sementara Rio Febriansyah dikukuhkan sebagai Ketua DPP GMNI Bidang Sosial dan Kesehatan untuk masa bakti 2025–2028.
- Penyebaran Roro Dumai-Rupat Ramai, Masyarakat Diimbau Berhati-hati
- Silaturahmi Idul Fitri 1447 H, Bupati Inhil Sambut Masyarakat di Kediaman Dinas
- Mengenang Sang Pejuang Infrastruktur Selatan, Ruas Jalan Kota Baru-Pulau Kijang, Terukir Dedikasi Abadi Sirajuddin Sayuthi
- Kemacetan di Jalan Lintas Timur Pangkalan Balai –Betung Kabupaten Banyuasin Berdampak ke Arus Keluar Tol Fungsional Palembang–Betung
- Pererat Silaturahmi, Awak Media di Inhil Gelar Buka Bersama di 'Pondok Kayla'
Keduanya merupakan kader GMNI yang berasal dari Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau.
Pengukuhan ini menjadi catatan penting dalam sejarah organisasi, sebab untuk pertama kalinya kader GMNI dari Indragiri Hilir dipercaya mengemban amanah strategis di tingkat Dewan Pimpinan Pusat.
Satria Pratama JP, yang akrab disapa Bung Jepek, serta Rio Febriansyah, yang dikenal sebagai Bung Rio, dinilai memiliki rekam jejak, kapasitas kepemimpinan, dan komitmen ideologis yang kuat dalam menjalankan kerja-kerja organisasi.
Tema pengukuhan “Reposisi GMNI Kembali Meneguhkan Spirit Marhaenisme” menjadi penegasan arah perjuangan DPP GMNI di bawah kepemimpinan Sujahri Somar dan Amir Mahfut, untuk kembali menempatkan marhaenisme sebagai landasan utama berpikir, bersikap, dan bertindak di tengah dinamika sosial, politik, dan kebangsaan nasional.
Reposisi tersebut tidak hanya dimaknai sebagai penataan struktural organisasi, tetapi juga sebagai penguatan orientasi ideologis dan praksis perjuangan GMNI agar tetap berpihak pada kepentingan kaum marhaen dan rakyat Indonesia.
Melalui kepengurusan baru ini, DPP GMNI diharapkan mampu menghadirkan kerja-kerja organisasi yang lebih progresif, responsif, serta berdampak nyata bagi masyarakat.
Kepercayaan yang diberikan kepada Bung Jepek dan Bung Rio juga menjadi simbol terbukanya ruang kaderisasi yang inklusif dan merata, sekaligus pengakuan atas kontribusi kader-kader GMNI dari daerah dalam menguatkan gerak nasional organisasi.
Pengukuhan ini menjadi penanda dimulainya tanggung jawab kolektif seluruh jajaran pengurus DPP GMNI periode 2025–2028 untuk terus menyulam persatuan, menjaga nilai-nilai perjuangan, serta meneguhkan kembali spirit marhaenisme dalam setiap gerak dan langkah organisasi.


Tulis Komentar