Wujudkan Pekarangan Produktif, Bupati Didampingi Ketua TP-PKK Dorang Masyarakat Bertanam dan Beternak
KILASRIAU.com - Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Herman, telah mengeluarkan instruksi tentang “Gerakan Menanam di Pekarangan” dengan surat edaran yang terbit 29 September lalu.
Program ini mengajak seluruh Kepala Perangkat Daerah, ASN dan Non ASN, Camat, Kepala Desa, Lurah, Sekolah dan semua perangkat terkait, untuk menanam cabai atau sayuran di lingkungan kerja atau pekarangan rumah.
Hal ini telah dimulai Bupati dan Ketua Tim Penggerak PKK Katerina Susanti Herman, yang memanfaatkan pekarangan Kediaman Dinas Bupati untuk bertanam dan beternak. Bagi Bupati Herman program ini menjadi salahsatu langkah pengendalian inflasi.
- Kadis Koperindag Inhil Angkat Bicara soal Lonjakan Harga Ayam dan Daging Jelang Lebaran
- Kodim 0314/Inhil Gelar Bazar Ramadhan, Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Jelang Idul Fitri
- Polres Inhil Ikuti Zoom dan Laksanakan Penanaman Jagung Serentak Kuartal I 2026 di Tempuling
- Harga Kelapa Bulat di Inhil Menuju Titik Terendah, DPD PW MOI Inhil: Ratusan Ribu Petani Kelapa Terancam Miskin
- Operasi Pasar Murah 2026, Bantu Warga Sambut Ramadan
“Menanam cabai di rumah dapat membantu mengendalikan inflasi dengan mengurangi permintaan pasar dan memastikan ketersediaan pasokan,” ujar Bupati Herman yang dijumpai tengah mengecek tanaman dan ternaknya bersama Sang Istri, pada Rabu (8/10) pagi.
Pada skala yang lebih luas dapat meningkatkan pasokan lokal sehingga menstabilkan harga cabai.
“Maka dari itu, Saya mengajak semua pihak untuk memandang gerakan ini tak hanya sekadar seremoni saja, tapi dilakukan dengan sungguh-sungguh,” Bupati melanjutkan.
Sebagai mitra pemerintah, Ketua TP. PKK Katerina Susanti Herman sepakat dengan program ini, pihaknya bahkan membuat gerakan Satu Rumah Satu Tanaman.
“Ayo Ibu-Ibu kita manfaatkan pekarangan rumah kita, seperti yang telah kami lakukan di kediaman, di sini ada Cabai, Terong, Pepaya, Daun Sop dan sebagainya, kami juga memelihara ikan dan ayam,” ungkap Bunda Katerina.
Selanjutnya Katerina menambahkan, dengan bertanam dan beternak, dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga dan memotivasi masyarakat untuk belajar mengenal dan mencintai lingkungan.


Tulis Komentar