Selesaikan Defisit Anggaran, Tahun 2025 Bupati Inhil Utamakan Program Prioritas
KILASRIAU.com - Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Haji Herman, tuntaskan permasalahan defisit anggaran tahun 2025 untuk membenahi keuangan Angggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
Upaya penyelesaian defisit tersebut, Haji Herman terpaksa memangkas program Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Inhil. Namun mengutamakan program prioritas di Tahun 2025 ini.
"Kami mengerti kita semua ingin cepat membangun. Untuk itu keuangan APBD kita benahi dulu. Kalau tidak ada duitnya kita membangun pakai apa," kata Haji Herman, Jumat (12/9/2025).
- Negara Ditaksir Merugi Puluhan Miliar, PLN Bogor Diduga Biarkan Aksi Pencurian Listrik di THM Liar di Ciluar
- Dinas Perikanan Inhil Sudah Keluarkan 551 Rekomedasi Aplikasi XSTAR untuk Nelayan
- Pemkab Inhil Belum Masuk Daftar Implementasi 100% BBM Satu Harga Tahap IV
- Pemkab Inhil Lepas Kontingen Futsal ke Gubernur Cup 2026, Usung Semangat Juang dan Sportivitas
- Polres Inhil Gelar Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba di Desa Sungai Luar
Walaupun visi misi Inhil Hebat realisasinya tidak tercapai secara keseluruhan di Tahun 2025, Haji Herman dan Yuliantini terpaksa berkorban untuk kepentingan perbaikan fiskal dan kepentingan masyarakat banyak.
"Program pemerintah untuk tahun 2025 tidak semua yang kami sampaikan bisa terealisasi, apalagi kondisi keuangan APBD kita dilakukan efisiensi," sambungnya.
Dikatakan mantan Kapala Dinas (Kadis) belasan kali itu, walaupun kondisi APBD kita minim, namun program pembangunan prioritas tetap diutamakan dan berharap masyarakat Inhil mengerti dengan keadaan ketersediaan APBD saat ini.
"Dalam pembangunan pun perlu bertahap dengan prinsip skala prioritas. Itu perlu kolaborasi semua pihak. Kami harap masyarakat mengerti," paparnya.
Secara tegas Haji Herman mengatakan, proses efesiensi bukan hanya di Inhil, sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Tahun 2025, mulai dari pusat sampai dengan daerah dilakukan efesiensi untuk menyelesaikan definisi anggaran.
"Kondisi ini bukan hanya di Inhil, daerah lain pun se Indonesia melaksanakan efesiensi," terangnya.
Apalagi ditahun 2026, papar Haji Herman, dana Transfer Ke Daerah (TKD) dilakukan pemangkasan dari pusat sebesar 20,5 %, dari 2 terliun dipangkas menjadi 1,6 terliun yang akan diterima Pemda Inhil.
"Dana yang ditransfer dari pusat terjadi pengurangan. Namun beberapa kegiatan pembangunan tetap diprioritaskan. Kondisi APBD kita defisit, banyak belanja dari pada pendapatan," tukasnya.
Terakhir Haji Herman mengatakan, bersama Yuliantini Haji Herman akan berusaha keras dan memaksimalkan segala sumber daya untuk mewujudkan visi misi Indragiri Hilir hebat 2025-2029.

Tulis Komentar