LAMR Inhil Gelar Musda V, Pemkab Tegaskan Komitmen Lestarikan Warisan Budaya Melayu
KILASRIAU.com – Semangat melestarikan nilai-nilai adat dan budaya Melayu kembali digaungkan dalam Musyawarah Daerah (Musda) V Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang digelar pada Minggu (27/7/2025) di Aula Hotel Tembilahan Pratama.
- Pengamanan Keberangkatan Kapal di Pelindo Tembilahan Berjalan Aman dan Kondusif
- Wakil Bupati Inhil Rayakan Idulfitri Bersama, Penuh Kehangatan dan Kedekatan dengan Masyarakat
- Gema Takbir Menggema di Lapangan Gajah Mada, Sekda Inhil Ajak Perkuat Ukhuwah di Tengah Tantangan
- Bupati Inhil Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi Bersama Masyarakat
- Kapolres Inhil Pimpin Apel Pengamanan Pawai Malam Takbir Idul Fitri 1447 H Libatkan 258 Personel Gabungan
Musda ini secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, H. Muamar Gaddafi, yang hadir mewakili Bupati Inhil. Kegiatan turut dihadiri jajaran Forkopimda, Ketua DPH dan MKA LAM Riau, Ketua DPH dan MKA LAMR Inhil, perwakilan LAMR dari seluruh kecamatan, unsur Laskar Melayu Riau, serta tamu undangan lainnya.
Mewakili Bupati H. Herman, Muamar Gaddafi menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir mendukung sepenuhnya eksistensi dan peran LAMR dalam menjaga serta mengembangkan kebudayaan Melayu sebagai identitas daerah.
“LAMR adalah tiang penyangga kearifan lokal kita. Maka kami berkomitmen untuk terus bersinergi dalam menjaga adat, budaya, serta nilai-nilai luhur masyarakat Melayu yang menjadi kekuatan utama dalam membangun peradaban daerah,” tegas Muamar.
Ia juga mengajak seluruh peserta Musda untuk menjadikan momentum ini sebagai ajang memperkuat persatuan, serta menghasilkan keputusan yang membawa LAMR Inhil ke arah yang lebih progresif dan berwibawa.
“Musyawarah ini bukan hanya soal memilih pemimpin, tapi juga bagaimana kita merancang langkah-langkah strategis untuk memperkuat peran LAMR dalam kehidupan sosial masyarakat,” tambahnya.
Musda V LAMR Inhil menjadi bagian penting dalam regenerasi kepemimpinan adat, serta memperkuat sinergi antara lembaga adat dan pemerintah dalam menjaga warisan budaya Melayu agar tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.


Tulis Komentar