Lapas Tembilahan Gencarkan Razia Rutin, Komitmen Menuju Lapas “Zero Halinar”

Sumber foto Itagram Kalapas IIA Tembilahan

KILASRIAU.com – Dalam rangka memperkuat pengawasan serta menciptakan lingkungan lembaga pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari barang terlarang, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tembilahan kembali melaksanakan kegiatan razia kamar hunian warga binaan pada Kamis pagi, 15 Mei 2025. 

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen Lapas Tembilahan dalam mendukung program nasional Zero Halinar, yakni bebas dari Handphone, Pungutan Liar (Pungli), dan Narkoba.

Razia ini melibatkan gabungan petugas dari unsur staf administrasi dan regu pengamanan, serta dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Tembilahan, Prayitno. Dalam pelaksanaannya, seluruh area kamar hunian diperiksa secara menyeluruh dan sistematis. Petugas melakukan penggeledahan terhadap barang-barang milik warga binaan dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis, namun tidak mengurangi ketegasan dalam penegakan aturan.

Menurut Kepala Lapas Prayitno, razia semacam ini bukan hanya bersifat seremonial, melainkan bagian integral dari langkah preventif yang dilaksanakan secara konsisten. “Kami terus berupaya memastikan bahwa lingkungan lapas ini benar-benar steril dari potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Razia ini menjadi salah satu strategi utama dalam menjaga integritas sistem pemasyarakatan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan razia akan terus dilakukan secara berkala, baik secara rutin maupun insidentil, demi memastikan tidak ada celah bagi peredaran barang terlarang di dalam lapas. “Ini adalah bentuk tanggung jawab kami kepada masyarakat, bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya fokus pada rehabilitasi, tetapi juga pada penegakan aturan dan pengawasan yang ketat,” imbuhnya.

Hasil dari razia kali ini menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan warga binaan terhadap aturan terus mengalami peningkatan. Tidak ditemukan barang-barang terlarang seperti handphone, narkoba, maupun alat komunikasi ilegal lainnya. Hal ini mencerminkan bahwa pembinaan dan pengawasan yang dilakukan selama ini berjalan efektif dan mulai menunjukkan hasil positif.

Kalapas juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang terlibat atas kerja keras, sinergi, dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas. Ia berharap semangat dan komitmen yang sama dapat terus dipertahankan demi terciptanya lembaga pemasyarakatan yang profesional, transparan, dan berintegritas.

“Sinergi dan dedikasi para petugas merupakan kunci keberhasilan dalam menciptakan suasana lapas yang kondusif. Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan demi mewujudkan Lapas Tembilahan yang benar-benar bebas dari Halinar,” tutupnya.

Dengan langkah-langkah tegas dan konsisten ini, Lapas Kelas IIA Tembilahan berharap dapat menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lainnya dalam menerapkan program Zero Halinar secara efektif dan berkelanjutan.

 






Tulis Komentar