BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat dan Petir di Riau
KILASRIAU.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Provinsi Riau pada Jumat, 2 Mei 2025. Warga diminta waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang yang diprakirakan terjadi di sejumlah kabupaten.
Forecaster BMKG Pekanbaru, Yasir P, menyebutkan cuaca pada pagi hingga malam hari umumnya berawan, dengan potensi hujan ringan hingga sedang yang tersebar di banyak wilayah.
Hujan diprakirakan mengguyur Kabupaten Siak, Kampar, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Pelalawan, Kuantan Singingi, Kepulauan Meranti, hingga Kota Pekanbaru.
- Petugas Pos Pelayanan Laksanakan Pengamanan Kedatangan Kapal di Pelindo Tembilahan
- Apel Gabungan Ops Ketupat Lancang Kuning 2026 Digelar di Kateman, Siap Amankan Idul Fitri
- Polsek Tempuling Bersama Tim Gabungan Lakukan Pendinginan Hotspot di Tanjung Pidada
- Inhil Siaga Darurat Karhutla, Kalaksa R. Arliansah Perintahkan Tim TRC Pantang Pulang Sebelum Api di Tempuling Padam
- Personel Polsek Tempuling Laksanakan Pendinginan Titik Hotspot di Tanjung Pidada Meski Tengah Berpuasa
"Potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi pada pagi, siang/sore, dan dini hari di wilayah Kampar, Siak, Inhu, Inhil, Pelalawan dan Kuansing," ungkap Yasir.
BMKG memprakirakan suhu udara berada di kisaran 22,0 hingga 33,0 derajat Celsius, dengan kelembapan 60–100 persen. Arah angin bertiup dari Selatan ke Barat dengan kecepatan 10–30 km/jam.
"Sementara itu, tinggi gelombang laut di wilayah perairan Riau diprakirakan berkisar antara 0,5 – 1,25 meter (kategori rendah)," jelasnya.
Selain cuaca, BMKG juga memantau keberadaan titik panas (hotspot) yang menjadi indikator awal potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Update per Kamis malam, 1 Mei 2025 pukul 23.00 WIB, terdapat 7 hotspot di wilayah Riau, tersebar di Kabupaten Pelalawan 3 titik, Kabupaten Indragiri Hulu 2 titik, Kabupaten Kampar 1 titik, dan Kabupaten Siak 1 titik.
Secara keseluruhan, Sumatera mencatat 57 hotspot, dengan jumlah tertinggi berada di Sumatera Selatan (19 titik) dan Bangka Belitung (18 titik).
"Masyarakat dan pihak terkait diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla dan dampak cuaca ekstrem, terutama di wilayah rawan," imbaunya.


Tulis Komentar