Cegah Perundungan Sejak Dini, Polisi dan Pengacara Sosialisasikan Anti-Bullying di SDN 003 Sungai Luar
KILASRIAU.com – Upaya pencegahan perundungan di lingkungan sekolah terus digencarkan. Salah satunya melalui program Police Goes to School dan Lawyer Masuk Sekolah yang digelar di SDN 003 Sungai Luar, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir, Sabtu (19/4).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Sekolah SDN 003 Sungai Luar, Helda Hesti, S.Pd SD; perwakilan Bhabinkamtibmas Desa Sungai Luar yang diwakili oleh Bripka Bayu H.S dari Desa Kuala Sebatu; Founder Lawyer Masuk Sekolah, Titin Triana, S.H., M.H.; Ketua Komite Sekolah, Ardan; serta majelis guru, staf, wali murid, dan siswa SDN 003 Sungai Luar.
Kepala Sekolah Helda Hesti menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini. “Kami sangat menyambut baik kegiatan seperti ini karena sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai anti kekerasan sejak dini kepada anak-anak,”
- Kapolres Indragiri Hilir Bersama Pejabat Utama Cek Pos Pengamanan dan Pelayanan Idul Fitri 1447 H 2026
- Pesan Kapolri di Safari Ramadhan Riau: Tingkatkan Silaturahmi hingga Jaga Persatuan
- Mudik Tenang Tanpa Cemas, Polsek Tempuling Buka Layanan Penitipan Kendaraan Gratis untuk Warga
- Bupati Inhil Tegaskan Penataan SDM Pasca Restrukturisasi OPD Masih Berproses, ASN Diminta Tetap Tenang
- Kapolri-Titiek Soeharto Resmikan-Groundbreaking 110 Jembatan Merah Putih Presisi Riau
Bripka Bayu H.S menyampaikan materi terkait peran pelajar dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif. Ia juga membagikan alat tulis kepada para siswa sebagai bentuk dukungan edukatif.
Sementara itu, Titin Triana, S.H., M.H., selaku pendiri program "Lawyer Masuk Sekolah", menekankan pentingnya pemahaman hukum sejak usia dini.
“Bullying tidak hanya berdampak pada korban secara psikologis, tapi juga bisa berimplikasi hukum. Anak-anak harus tahu batas-batas perilaku yang bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain,” tegasnya.
Kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab interaktif serta pemberian hadiah kepada siswa yang aktif. Program ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menciptakan budaya sekolah yang lebih ramah, aman, dan bebas dari perundungan.


Tulis Komentar