Cegah Perundungan Sejak Dini, Polisi dan Pengacara Sosialisasikan Anti-Bullying di SDN 003 Sungai Luar
KILASRIAU.com – Upaya pencegahan perundungan di lingkungan sekolah terus digencarkan. Salah satunya melalui program Police Goes to School dan Lawyer Masuk Sekolah yang digelar di SDN 003 Sungai Luar, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir, Sabtu (19/4).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Sekolah SDN 003 Sungai Luar, Helda Hesti, S.Pd SD; perwakilan Bhabinkamtibmas Desa Sungai Luar yang diwakili oleh Bripka Bayu H.S dari Desa Kuala Sebatu; Founder Lawyer Masuk Sekolah, Titin Triana, S.H., M.H.; Ketua Komite Sekolah, Ardan; serta majelis guru, staf, wali murid, dan siswa SDN 003 Sungai Luar.
Kepala Sekolah Helda Hesti menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini. “Kami sangat menyambut baik kegiatan seperti ini karena sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai anti kekerasan sejak dini kepada anak-anak,”
- PMI Inhil Gelar Rapat Kerja 2026, Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan
- Kemnaker Transformasikan BPVP Jadi Mini Campus yang Adaptif dan Modern
- Ekspose Percepatan Pembangunan dan Manajemen Talenta ASN, Bupati Inhil Dorong Pengembangan Karier Berbasis Kompetensi
- Nawakara Perkuat Kapabilitas Rescue dan Jejaring Global melalui Partisipasi dalam 2nd Mission of Light Challenge di China
- Jelang Penutupan MagangHub Batch III, Kemnaker Imbau Peserta, Mentor, dan Operator Lengkapi Tahapan Akhir
Bripka Bayu H.S menyampaikan materi terkait peran pelajar dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif. Ia juga membagikan alat tulis kepada para siswa sebagai bentuk dukungan edukatif.
Sementara itu, Titin Triana, S.H., M.H., selaku pendiri program "Lawyer Masuk Sekolah", menekankan pentingnya pemahaman hukum sejak usia dini.
“Bullying tidak hanya berdampak pada korban secara psikologis, tapi juga bisa berimplikasi hukum. Anak-anak harus tahu batas-batas perilaku yang bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain,” tegasnya.
Kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab interaktif serta pemberian hadiah kepada siswa yang aktif. Program ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menciptakan budaya sekolah yang lebih ramah, aman, dan bebas dari perundungan.

Tulis Komentar