Pelalawan Krisis Air Bersih di Parit Bekang Terselesaikan
KILASRIAU.com - Krisis air bersih yang menimpa warga Parit Bekang, Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan akhirnya terpecahkan.
Setidaknya, saat ini masyarakat Parit Bekang telah memiliki sumber air bersih layak guna.
Global wakaf - ACT melalui program Sumur Wakaf membangun sebuah sumur bor kedalaman 90 meter. Tidak hanya sumur, juga berikut beserta MCK dan tempat wudhu. Sumur wakaf yang dibangun bertempat di Masjid Nurul Iman dari Wakif bernama Futiha Afi.
"Alhamdulillah kami sangat berterima kasih dengan direalisasikannya sumur bor oleh Global wakaf - ACT di Parit Bekang. Selama ini sumber air yang kita gunakan dari aliran parit bekang ini, keadaannya kecoklatan, sedikit berbau," ujar Zainuddin, Ketua RW Parit Bekang saat ditemui di Masjid Nurul Iman.
Ia mengatakan selama ini sumber air yang ada hanya bisa digunakan untuk mandi dan mencuci. "Sementara untuk keperluan memasak masyarakat di sini membeli air minum," cakapnya.
Hibban selaku program staff ACT mengatakan keadaan masyarakat di Desa Parit Bekang berbeda jauh masyarakat di Kelurahan Teluk Dalam pada umumnya.
"Informasi dari warga sekitar, untuk mencukupi kebutuhan hidup, mereka mengandalkan hasil kelapa tapi sayang harga kelapa jatuh dan terlalu terlalu murah. Selain mengandalkan kelapa, warga Parit Bekang juga bertani tapi jauh perlu 30 Km untuk ke sawah," ungkapnya.
Untuk itu lanjut Hibban, Global wakaf - ACT juga berikhtiar untuk menyelesaikan pembangunan masjid Nurul Iman di Parit Bekang.
"Saat ini masjid juga terbengkalai. Tapi masyarakat tetap antusias untuk melaksanakan sholat berjamaah," ungkapnya.
- Kualitas Udara Memburuk, Pemprov Riau Siapkan 18 Ribu Pcs Masker dan Oksigen untuk Pelalawan
- Mandi Bersama Istri di Sungai Kuantan, Remaja 17 Tahun Hanyut dan Tenggelam
- Mafirion Kecam Penyanderaan 9 Anak di Papua: Bebaskan Mereka, Keselamatan Tak Bisa Ditawar!
- Kecelakaan Antara Speedboat dengan Pompong di Sungai Indragiri, Tidak Ada Korban Jiwa
- Api Lahap Rumah Warga di Tembilahan, Kerugian Materiil Diperkirakan Rp350 Juta

Tulis Komentar