Perjuangan Panjang Masyarakat Bukit Raya Terwujud, SMAN 18 Mulai Dibangun

Lokasi pembangunan SMAN 18 Pekanbaru, Selasa (20/06).

PEKANBARU - Masyarakat di Kecamatan Bukit Raya sangatlah mendambakan Unit Sekolah Baru (USB) untuk jenjang SMA Negeri, yang akan menjadi solusi bagi anak anak mereka untuk melanjutkan ke jenjang SMA.

"Selama ini hanya SMAN 14 saja yang menjadi pilihan satu satunya bagi masyarakat Bukit Raya, pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2023/2024 saat ini, Pemprov Riau melalui Dinas Pendidikan jajarannya mewujudkan bangunan USB yakni SMAN 18, yang tentunya akan menjadi alternatif pilihan bagi orang tua yang akan melanjutkan sekolah anaknya ke jenjang SMA Negeri," ungkap Sahlan Sosa Hasibuan, selaku Ketua RT. 05, RW. 01 Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya.

SMAN 18 mulai didirikan, pada Senin (19/06/2023) di Jalan Parit Indah Pekanbaru.

Lanjut Sahlan, tanah wakaf dengan ukuran 75 x 100M lokasi SMAN 18 awalnya berasal dari sumbangsih dari kelompok 30 yang diketuai oleh Pak Zainal Zen, seorang TNI aktif, yang pada waktu itu ia bertugas di Arhanud.

Pada saat itu Tahun 1986 dibukalah perkampungan dengan membuka tanah kaplingan di lokasi Bangunan SMAN 18 saat ini, tanah wakaf ini dulunya akan digunakan oleh kelompok 30 sebagai fasum, kuasa terhadap tanah kelompok 30 dipegang oleh Ridwan. Pada tahun 2011 Ridwan datang ke masjid untuk menyerahkan tanah wakaf sebagai fasum, yang saat itu suratnya SKT namun di dalamnya tetap tertera Untuk Dan Atas Nama (UDAN).

Pada tahun 2013 ada program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dari Kemensos RI, untuk Kecamatan Bukit Raya ditetapkanlah di titik Bangunan SMAN 18 saat ini. Di atas tanah tersebut ditanam nenas dengan konsep tumpangsari bersama Jagung manis, yang dikelola oleh Kelompok KUBE Kecamatan Bukit Raya, yang mana saat itu berjumlah 10 orang.

Selanjutnya ia (Sahlan Sosa red), meningkatkan Surat tanah Fasum dari SKT ke Sertifikat Hak Milik (SHM) dengan tetap mencantumkan UDAN di dalamnya, sampai saat ini dalam proses di BPN Kota Pekanbaru, ia juga mengungkapkan, banyak tantangan dan rintangan untuk mencapai kondisi seperti yang kita lihat saat ini, namun ia tetap yakin untuk terus mempertahankan dan melanjutkan perjuangan ini sampai benar benar tuntas.

"Saya selaku RT, sekaligus pelaku perjuangan ini, tentunya saya tidak bisa tinggal diam, saya bersama masyarakat akan terus perjuangkan SMAN 18 ini, sampai berdiri kokoh dan bermanfaat bagi masyarakat banyak ke depannya," tuturnya.

Tanah wakaf tersebut kata Sahlan diserahterimakan tanah wakaf ini dengan Berita Acaranya dibuat oleh Kecamatan Bukit Raya dan diserahterimakan juga di Kantor Camat, oleh Camatnya T. Ardi kepada Pemprov Riau lewat Disdik Riau yang diterima langsung oleh PLT Kadisdik saat itu M.Job Kurniawan, disaksikan oleh Kabid SMA Disdik Pahmijan, Lurah Simpang Tiga M.Nasir, M.Jamil (eks Sekda Pekanbaru selaku tokoh masyarakat setempat), Akmal Khairi (tokoh masyarakat) dan pihak Kontraktor, setelah serah terima dilakukan, langsung pihak pelaksana melakukan pekerjaan.

Di tempat terpisah dengan waktu yang sama, Senator senior H. Parisman Ihwan, dari fraksi Golkar, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Riau, ikut memberikan apresiasi kepada Pemprov Riau dan Tokoh masyarakat Bukit Raya, dengan terwujudnya Unit Sekolah Baru (USB) SMAN 18 di Kota Pekanbaru.

"Sejak beralihnya tanggung jawab jenjang pendidikan SMA, SMK dan SLB pada Tahun 2017 silam dari Pemerintah Kota /Kabupaten kepada Provinsi, Pemprov Riau belum ada lakukan penambahan USB Negeri sampai tahun 2022 di Pekanbaru," tuturnya

Lanjutnya, persoalan USB yang Negeri, sebenarnya sudah lama dibahas untuk menjadi salah satu solusi bagi masyarakat Riau, saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tiba. Walaupun Sekolah Swasta tetap menjadi alternatif sejak dulunya.

"Selain USB Negeri, Sekolah Swasta juga menjadi pilihan masyarakat bagi anak anaknya yang akan melanjutkan Sekolah ke jenjang berikutnya," kata Iwan Fatah yang di juluki "Petarung" oleh masyarakat. 






Tulis Komentar