Sungai Brantas Memakan Korban Jiwa, Dandim Surabaya Selatan Utus Danramil
Kilasriau.com, Surabaya - Nahas menimpa Desiree Peni Chindy Khatrine (23) warga Kecamatan Karangpilang, Surabaya.
Desiree Peni dinyatakan meninggal akibat insiden perahu tambang terbalik di kawasan Sungai Brantas, tepatnya di Jalan Mastrip Kemlaten Tambangan, Kecamatan Karangpilang pada Sabtu (25/03/2023) sore.
Insiden itu berawal, ketika bagian belakang perahu tambang yang biasa digunakan oleh warga sebagai akses penyebrangan itu mengalami kebocoran.
- Bupati Herman Tutup Lomba Gasing Milad ke-61 Inhil, Apresiasi Upaya Pelestarian Budaya Daerah
- Bupati Inhil Buka Lomba Gasing Milad ke-61, Dorong Pelestarian Budaya Tradisional di Era Digital
- Hangatnya Kebersamaan Idul Adha, Edy Indra Kesuma Shalat dan Berkurban Bersama Masyarakat
- PWMOI Riau dan DNT Tour and Travel Sembelih 4 Ekor Sapi
- Kemnaker Himpun 93 Hewan Kurban, Menaker: Iduladha Momentum Perkuat Kepedulian dan Kinerja
Tak lama berselang, sisi belakang perahu pun tenggelam. Beberapa penumpang dinyatakan selamat, namun tidak bagi Desiree. Ia terseret arus Sungai Brantas tersebut.
Kepergian Desiree pun menyita keprihatinan semua pihak. Salah satunya dari Dandim 0832/Surabaya Selatan, Letkol Inf Ahmad Juni Toa. Mendengar kabar tersebut, mantan Kasrem 083/Baladhika Jaya itu segera memerintahkan Danramil Karangpilang untuk berkunjung ke rumah duka, almarhumah Desiree.
“Kedatangan kami ini sebagai belasungkawa atas meninggalnya almarhumah Desiree. Kami juga menyampaikan rasa duka pada keluarga,” kata Danramil Karangpilang, Mayor Arh Ahmad Fahrudin. Minggu (26/03/2023) sore.
Tak hanya itu saja, Danramil juga menyalurkan beberapa santunan dari Dandim terhadap keluarga almarhumah. “Kami juga berharap, keluarga almarhumah diberikan kesabaran dan ketegaran,” pinta Mayor Fahrudin.**

Tulis Komentar