30 Orang Meninggal, Ketua DPRD Natuna Minta BMKG Harus Petakan Daerah Rawan Bencana di Serasan
Kilasriau.com - Daeng Amhar Ketua DPRD Kabupaten Natuna apresiasi gerak cepat Pemerintah Daerah (Pemda) Natuna dalam penanganan bencana tanah longsor di Desa Pangkalan Kecamatan Serasan Kabupaten Natuna Kepulauan Riau, Kamis (9/3/2023).
Hal itu disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Natuna Daeng Amhar saat melihat jalan nya evakuasi dan pencarian korban hilang menggunakan dua alat berat dan peralatan lain nya yang dilakukan oleh Tim Gabungan tanggap bencana.

- Camat Enok Lantik Pj Kades Sungai Ambat, Kadis PMD Inhil Tekankan Tata Kelola Desa yang Akuntabel
- Tiga Strategi Dongkrak PAD, Bapenda Inhil dan KP2KP Tembilahan Genjot Kepatuhan Pajak Lewat Sosialisasi Terpadu
- Kasus Nenek Saudah, Komisi XIII Dorong Pengusutan Tuntas
- Musrenbang RKPD 2027 Tingkat Kecamatan Perkuat Sinkronisasi Perencanaan Daerah
- Kesbangpol Inhil Tegaskan Dukungan Polri di Bawah Kepemimpinan Presiden
Menurut Daeng Amhar, pemerintah daerah sudah benar untuk segera merelokasi korban terdampak bencana tanah longsor, ke tempat yang lebih aman. Hal ini terlihat dari hadirnya Dinas PU Kabupaten Natuna serta Kementerian PUPR yang mendata dan langsung survei lokasi tempat untuk merelokasi korban bencana, yang masih selamat.
Ketua DPRD Kabupaten Natuna itu juga menyampaikan, rasa terima kasih kepada seluruh yang terlibat dalam penanganan bencana longsor di Serasan, seperti gerak cepat Pemerintah Daerah (Pemda) Natuna, Pemda Provinsi Kepri mau pun Pusat, dan dari unsur TNI Polri serta masyarakat yang terlibat membantu jalan nya evakuasi dan pencarian korban.
"BMKG ke depan nya juga harus segera memetakan daerah-daerah rawan bencana di Serasan, mengingat banyak nya tanda-tanda longsor di sekitar rumah warga," tegasnya.

Dirinya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat yang berada di tempat rawan longsor untuk waspada bila hujan lebat terjadi.
Hingga sampai pukul 11.00 WIB Tim Evakuasi berhasil menemukan dan mengidentifikasi korban meninggal dunia sebanyak 30 orang sedang kan korban yang belum ditemu kan sebanyak 24 orang.


Tulis Komentar