Aksi Penolakan Emas Warga Nyaris Bentrok Dengan Aparat Kepolisian
Kilasriau.com - Aksi penolakan tambang emas muncul lagi di Banyuwangi. Akibat aksi ini, warga nyaris bentrok dengan aparat kepolisian. Peristiwa ini terjadi ketika polisi mengawal tim peneliti dari investor tambang emas PT Merdeka Copper Gold yang akan masuk ke wilayah2 Gunung Salakan, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Sabtu (26/8).
Situasi memanas ketika warga berkumpul di pertigaan Kampung Rowojambe, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Mereka langsung menghadang rombongan yang dikawal Polsek Pesanggaran. Mereka langsung merangsek, memprotes kedatangan rombongan yang diangkut sejumlah mobil.
- Talenta Vokasi Indonesia Raih 9 Penghargaan di WSC Shanghai 2026
- Sidak Lapas Cibinong, Aktivis Nasional Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto
- Kepala BIN Muhammad Herindra Dilantik Jadi Ketum PB ESI, Prestasi Esports Lebih Tinggi Jadi Target
- Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif
- Perdagangan Aceh Semester I 2026 Catat Surplus USD105,4 Juta, Ekspor Didominasi Batu Bara
Versi warga, penolakan tambang emas ini bukan tanpa alasan. Mereka khawatir, penambangan berdampak pada kehidupan warga. Apalagi, lokasi rencana penambangan ini berdekatan dengan perkampungan.
"Penolakan ini harga mati. Tidak ada tawaran lagi. Ini tanah kami," kata Mat, salah satu warga.
Warga juga mempertanyakan kelayakan pertambangan ini yang berdekatan dengan perkampungan.
"Rencana tambang ini hanya beberapa meter dari pantai, lalu dekat dengan perkampungan," protesnya.
Ketakutan warga adalah ancaman lingkungan. Lalu, muncul konflik antar warga karena pro kontra pertambangan.

Tulis Komentar