Aksi Penolakan Emas Warga Nyaris Bentrok Dengan Aparat Kepolisian
Kilasriau.com - Aksi penolakan tambang emas muncul lagi di Banyuwangi. Akibat aksi ini, warga nyaris bentrok dengan aparat kepolisian. Peristiwa ini terjadi ketika polisi mengawal tim peneliti dari investor tambang emas PT Merdeka Copper Gold yang akan masuk ke wilayah2 Gunung Salakan, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Sabtu (26/8).
Situasi memanas ketika warga berkumpul di pertigaan Kampung Rowojambe, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Mereka langsung menghadang rombongan yang dikawal Polsek Pesanggaran. Mereka langsung merangsek, memprotes kedatangan rombongan yang diangkut sejumlah mobil.
- Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026
- Kemnaker–Transjakarta Teken MoU, Buka Akses Kerja di Sektor Transportasi
- Menaker: Pemerintah Perkuat Perlindungan Pekerja melalui Regulasi Pembatasan Alih Daya
- Diduga MBG di Tuah Madani Tak Layak, Siswa Terima Pisang Mentah, Layanan Pengaduan Bungkam
- Listrik Jakarta Berulangkali Padam, IWO: Dirut PLN Tak Kenal Budaya Mundur, Harus Dicopot dan Diperiksa!
Versi warga, penolakan tambang emas ini bukan tanpa alasan. Mereka khawatir, penambangan berdampak pada kehidupan warga. Apalagi, lokasi rencana penambangan ini berdekatan dengan perkampungan.
"Penolakan ini harga mati. Tidak ada tawaran lagi. Ini tanah kami," kata Mat, salah satu warga.
Warga juga mempertanyakan kelayakan pertambangan ini yang berdekatan dengan perkampungan.
"Rencana tambang ini hanya beberapa meter dari pantai, lalu dekat dengan perkampungan," protesnya.
Ketakutan warga adalah ancaman lingkungan. Lalu, muncul konflik antar warga karena pro kontra pertambangan.

Tulis Komentar