Bukan Sekadar Berebut Juara! Porseni HUT ke-33 SMAN 1 Cerenti Satukan Pelajar Kuansing–Inhu

Bukan Sekadar Berebut Juara! Porseni HUT ke-33 SMAN 1 Cerenti Satukan Pelajar Kuansing–Inhu
foto: istimewa (doc. kilasriau.com)

CERENTI, KUANSING (KilasRiau.com)  — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 SMAN 1 Cerenti berlangsung dalam suasana meriah, penuh keakraban dan semangat sportivitas. Rangkaian Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat SLTA se-Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dan Indragiri Hulu (Inhu) resmi ditutup setelah mempertemukan ratusan pelajar dalam kompetisi olahraga, seni, kreativitas, sekaligus ajang mempererat silaturahmi antarsekolah. Jumat (4/9/2026).

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi arena perebutan gelar juara. Lebih dari itu, Porseni menjadi ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membangun jejaring persahabatan di tengah keberagaman sekolah dan daerah.

Sejumlah sekolah dari Kuansing dan Inhu ambil bagian dalam berbagai cabang yang dipertandingkan. Para peserta tampil membawa nama sekolah masing-masing dengan semangat dan antusiasme tinggi.

Kepala SMAN 1 Cerenti, Eka Mayrita, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Porseni tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, baik dalam bentuk moral maupun material.

Ia menegaskan, tujuan utama kegiatan bukan semata-mata mencari siapa yang menjadi juara.

Porseni, kata dia, harus dipandang sebagai bagian dari proses pendidikan karakter sekaligus ruang untuk mempertemukan siswa dari berbagai sekolah.

"Ajang ini bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan menampilkan kreativitas siswa antar-kabupaten," demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Semangat kompetisi terasa kuat dalam setiap cabang perlombaan. Di arena olahraga, para pelajar menunjukkan kemampuan teknik, kerja sama tim, ketahanan mental dan disiplin.

Sementara di bidang seni, peserta dituntut tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga keberanian tampil dan kreativitas.

Perpaduan olahraga dan seni tersebut menjadi warna tersendiri dalam rangkaian HUT ke-33 SMAN 1 Cerenti.

Bagi sekolah, kegiatan seperti ini menjadi kesempatan untuk memberikan ruang yang lebih luas kepada siswa agar tidak hanya berprestasi di bidang akademik.

Di sisi lain, kompetisi antarsekolah juga memberikan pengalaman berharga bagi peserta. Mereka belajar menerima kemenangan dengan rendah hati sekaligus menghadapi kekalahan secara sportif.

Wakil Humas SMAN 1 Cerenti, Yulizar, turut menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya seluruh rangkaian kegiatan.

"Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan sukses dan lancar dalam kebaikan serta ridho Allah SWT," ujarnya.

Salah satu cabang yang mendapat perhatian peserta adalah olahraga voli.

Pada kategori putra, SMAN 1 Peranap berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati SMAN 1 Kuantan Hilir, disusul SMAN 1 Inuman sebagai juara ketiga dan SMAN 1 Batang Peranap di posisi keempat.

Persaingan serupa juga terjadi pada kategori putri.

SMAN 1 Inuman berhasil merebut gelar juara pertama. Sementara SMAN 1 Kuantan Hilir menempati posisi kedua, diikuti SMK 1 Peranap sebagai juara ketiga dan SMAN 1 Batang Peranap sebagai juara keempat.

Hasil tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan olahraga pelajar di tingkat sekolah menengah terus melahirkan talenta-talenta yang patut mendapat perhatian.

Sementara itu, persaingan di cabang seni vokal solo juga berlangsung menarik.

Tuan rumah SMAN 1 Cerenti tampil dominan dengan menempatkan sejumlah siswanya di jajaran peraih penghargaan.

Laura Oktavia berhasil keluar sebagai juara pertama dengan raihan 1.120 poin.

Posisi kedua juga diraih oleh siswa SMAN 1 Cerenti, yakni Dwi Arianti, dengan perolehan 1.098 poin.

Juara ketiga diraih Alfredo dari SMAN 1 Kuantan Hilir dengan 1.095 poin.

Sementara itu, kategori juara harapan juga diisi oleh para peserta dari sejumlah sekolah.

Dini Hariani dari SMAN 1 Cerenti meraih Harapan 1 dengan 1.090 poin.

Kemudian Ceisya Rahma dari SMAN 1 Inuman meraih Harapan 2 dengan 1.080 poin, sedangkan Muhammad Zidan dari SMAN 1 Kuantan Hilir berada di posisi Harapan 3 dengan 1.078 poin.

Pengumuman para pemenang menjadi salah satu momen yang paling ditunggu peserta. Tepuk tangan dan suasana kegembiraan mewarnai prosesi pemberian penghargaan.

Namun, di balik daftar juara tersebut terdapat pesan yang jauh lebih penting: kompetisi di lingkungan pendidikan seharusnya tidak berhenti pada persoalan menang atau kalah.

Porseni menjadi ruang untuk membangun kepercayaan diri, kedisiplinan, kreativitas dan kemampuan bekerja sama.

Para pelajar juga mendapatkan pengalaman berharga karena berinteraksi dengan siswa dari sekolah dan daerah lain.

Semangat tersebut sejalan dengan tujuan penyelenggaraan Porseni sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antarsekolah di wilayah Kuantan Singingi dan Indragiri Hulu.

Penutupan Porseni sekaligus menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang SMAN 1 Cerenti yang kini memasuki usia ke-33 tahun.

Tiga dekade lebih perjalanan sekolah menjadi momentum untuk terus memperkuat peran lembaga pendidikan dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas dan kemampuan bersaing.

Kegiatan olahraga dan seni seperti Porseni menjadi salah satu medium untuk mewujudkan hal tersebut.

Sebab, pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Lapangan olahraga dan panggung seni pun dapat menjadi ruang belajar—tempat siswa mengenal arti perjuangan, kerja keras, kekompakan, sportivitas dan penghargaan terhadap orang lain.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan, Porseni HUT ke-33 SMAN 1 Cerenti meninggalkan catatan penting tentang bagaimana kompetisi dapat menjadi jembatan persaudaraan antarpelajar.

Selamat kepada seluruh pemenang.

Dan kepada seluruh peserta yang belum berhasil membawa pulang gelar juara, perjuangan di arena Porseni bukanlah akhir. Justru dari sanalah pengalaman dan semangat untuk kembali berprestasi dapat tumbuh.

Sportivitas hari ini, prestasi untuk masa depan.*(ald)