Sambut HUT Sentajo Raya ke-14 dan HUT Kuansing ke-27, Pacu Jalur Uji Coba Diwacanakan Digelar 10–12 Oktober 2026

Sambut HUT Sentajo Raya ke-14 dan HUT Kuansing ke-27, Pacu Jalur Uji Coba Diwacanakan Digelar 10–12 Oktober 2026
foto: istimewa (doc. kilasriau.com

TELUK KUANTAN (KilasRiau.com) — Tradisi Pacu Jalur yang telah mengakar sebagai identitas budaya masyarakat Kuantan Singingi (Kuansing) kembali diproyeksikan menjadi denyut utama dalam perayaan hari jadi daerah. Pemerintah Kecamatan Sentajo Raya mewacanakan penyelenggaraan Pacu Jalur ajang uji coba pada 10–12 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Kecamatan Sentajo Raya pada 10 Oktober dan HUT ke-27 Kabupaten Kuantan Singingi pada 12 Oktober 2026 yang akan digelar di Topian Datuk Simambang.

Gagasan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Camat Sentajo Raya, Wandy Gunawan, dan Plt. Bupati Kuantan Singingi, H. Mukhlisin, yang berlangsung pada Jumat (24/7/2026) pagi di ruang kerja Bupati Kuantan Singingi, Riau. Pertemuan itu menjadi ruang diskusi awal untuk menyinergikan momentum dua hari bersejarah tersebut dengan pelaksanaan kegiatan budaya yang mampu menyatukan masyarakat sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.

Dalam kesempatan itu, Wandy Gunawan mengusulkan agar Pacu Jalur uji coba dilaksanakan tepat pada rentang peringatan hari jadi kecamatan dan kabupaten. Menurutnya, momentum tersebut memiliki nilai historis sekaligus strategis untuk memperkuat identitas Sentajo Raya sebagai bagian dari daerah yang menjunjung tinggi warisan budaya Pacu Jalur.

"Kami mengusulkan agar Pacu Jalur uji coba dapat dilaksanakan pada 10 hingga 12 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-14 Kecamatan Sentajo Raya dan Hari Ulang Tahun ke-27 Kabupaten Kuantan Singingi. Momentum ini sangat tepat untuk mempererat silaturahmi masyarakat sekaligus melestarikan budaya Pacu Jalur yang menjadi identitas daerah kita," ujar Wandy Gunawan.

Menurut Wandy, kegiatan tersebut tidak hanya akan menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga memiliki fungsi pembinaan bagi para atlet dan anak pacu sebelum mengikuti agenda perlombaan resmi di masa mendatang.

Ia menilai, penyelenggaraan Pacu Jalur selalu menghadirkan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Kehadiran ribuan penonton biasanya turut menghidupkan aktivitas pelaku usaha mikro, pedagang kaki lima, hingga sektor jasa dan pariwisata.

"Selain menjadi ajang pembinaan bagi para jalur, kegiatan ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM, perdagangan, dan pariwisata. Tentu pelaksanaannya akan kami koordinasikan lebih lanjut bersama Pemerintah Kabupaten dan seluruh pihak terkait," katanya.

Usulan tersebut mendapat sambutan positif dari Plt. Bupati Kuantan Singingi, H. Mukhlisin. Menurutnya, mengisi peringatan hari jadi daerah dengan kegiatan budaya merupakan langkah yang tepat untuk memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap warisan leluhur sekaligus menjaga eksistensi Pacu Jalur sebagai ikon Kuantan Singingi.

"Saya menyambut baik usulan Pemerintah Kecamatan Sentajo Raya. Momentum hari jadi kecamatan dan kabupaten memang sangat baik apabila diisi dengan kegiatan yang mampu memperkuat persatuan masyarakat sekaligus mengangkat budaya daerah," kata Mukhlisin.

Mukhlisin menegaskan bahwa Pacu Jalur bukan sekadar olahraga tradisional, melainkan representasi nilai gotong royong, kekompakan, sportivitas, dan jati diri masyarakat Kuantan Singingi yang telah diwariskan lintas generasi.

"Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan, tetapi warisan budaya yang telah menjadi kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi. Jika seluruh persiapan dan koordinasi dapat dilakukan dengan baik, saya berharap kegiatan ini dapat terlaksana dengan sukses, memberikan hiburan bagi masyarakat, sekaligus menjadi ajang evaluasi dan pembinaan bagi seluruh jalur sebelum mengikuti perlombaan resmi berikutnya," ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten akan mengkaji lebih lanjut usulan tersebut bersama seluruh pemangku kepentingan. Pembahasan akan mencakup kesiapan teknis, keamanan, pendanaan, hingga koordinasi dengan panitia dan masyarakat setempat agar pelaksanaan kegiatan benar-benar berjalan optimal.

"Pemerintah Kabupaten tentu akan mengkaji usulan ini bersama seluruh pemangku kepentingan agar penyelenggaraannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan tetap memperhatikan aspek keamanan, ketertiban, serta kesiapan teknis," tambahnya.

Wacana ini disambut positif karena dinilai mampu menghadirkan suasana perayaan yang lebih semarak. Selain menjadi simbol penghormatan terhadap perjalanan Kecamatan Sentajo Raya yang memasuki usia ke-14 dan Kabupaten Kuantan Singingi yang genap berusia 27 tahun, Pacu Jalur juga diyakini dapat menjadi magnet kunjungan masyarakat dari berbagai daerah.

Selama ini, setiap penyelenggaraan Pacu Jalur tidak hanya menjadi panggung adu cepat para pendayung di atas Sungai Kuantan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan budaya, ekonomi, dan pariwisata. Ribuan masyarakat biasanya memadati tepian sungai untuk menyaksikan jalur-jalur terbaik berlaga, sementara para pelaku UMKM memperoleh berkah dari meningkatnya aktivitas perdagangan.

Apabila seluruh proses perencanaan berjalan sesuai harapan, maka Pacu Jalur uji coba pada 10–12 Oktober 2026 akan menjadi salah satu rangkaian utama dalam peringatan HUT Kecamatan Sentajo Raya dan HUT Kabupaten Kuantan Singingi. Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan itu diharapkan menjadi simbol kebersamaan, pelestarian budaya, dan optimisme masyarakat dalam membangun daerah melalui kekuatan tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur.*(ald)