Tikus Sedang Bersembunyi

Tikus Sedang Bersembunyi
foto: aldian syahmubara (doc. Kilasriau.com)

 

KilasRiau.com - Aneh, beberapa hari ini lumbung terasa lebih sepi. Tikus-tikus yang biasanya lincah berlari, pandai berpidato, gemar berfoto, dan tak pernah absen dari keramaian, mendadak menghilang. Entah sedang bertapa, atau mungkin sedang menghitung jalan keluar dari setiap lorong yang dulu mereka bangun sendiri.

Barangkali mereka sedang sibuk mengganti bulu. Sebab, tikus memang terkenal pandai menyamar. Hari ini memakai topeng paling bersih, besok mengenakan wajah paling suci. Bahkan, tak jarang mereka tampil sebagai pemburu tikus, padahal ekornya masih terseret di belakang.

Yang lucu, ketika cahaya mulai dinyalakan, mereka serempak mengaku tidak pernah melihat lumbung. Ketika pintu-pintu mulai dibuka, mereka mendadak kehilangan ingatan. Ketika langkah hukum terdengar mendekat, mereka tiba-tiba menjadi makhluk paling pendiam di negeri ini.

Jangan terkecoh. Tikus bukan hilang. Mereka hanya sedang menahan napas.

Mereka tahu, badai tak mungkin berlangsung selamanya. Cukup menunggu perhatian publik beralih, menunggu rakyat lelah, menunggu berita baru datang, lalu perlahan mereka keluar lagi. Menggerogoti sedikit demi sedikit, seolah tak pernah terjadi apa-apa.

Begitulah tabiat tikus. Mereka tidak takut pada sumpah, tidak gentar pada janji, tetapi sangat ketakutan pada cahaya. Sebab cahaya membuat lorong-lorong persembunyian mereka terlihat jelas.

Maka jangan buru-buru merayakan kesunyian. Lumbung yang tampak tenang belum tentu telah bebas dari tikus. Bisa jadi, mereka hanya sedang menunggu lampu dipadamkan.

Karena dalam negeri yang pengawasannya mudah lelah, tikus selalu yakin satu hal: manusia lebih cepat lupa daripada mereka berhenti menggerogoti.

Dan ketika suara-suara mulai berkata, "Semuanya sudah aman," justru saat itulah kita patut bertanya: apakah tikus benar-benar pergi... atau hanya sedang bersembunyi? *(ald)