Bupati Suhardiman Apresiasi 339 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Tegaskan Data Akurat Penentu Masa Depan Kuansing

Bupati Suhardiman Apresiasi 339 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Tegaskan Data Akurat Penentu Masa Depan Kuansing

 

TELUK KUANTAN (KilasRiau.com) – Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Dr. H. Suhardiman Amby, MM, memberikan apresiasi kepada 339 petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang akan bertugas menghimpun data ekonomi masyarakat secara langsung di lapangan. Menurutnya, keberhasilan sensus sangat menentukan kualitas kebijakan pembangunan daerah di masa mendatang.

Apresiasi tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri Pencanangan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kuantan Singingi di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Teluk Kuantan, Rabu (24/6/2026) pagi.

Dalam sambutannya, Suhardiman menegaskan bahwa data merupakan fondasi utama dalam perencanaan pembangunan. Karena itu, ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar menyajikan data yang valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Satu data yang benar akan melahirkan kebijakan yang benar. Sebaliknya, data yang keliru akan menghasilkan kebijakan yang salah. Karena itu saya minta seluruh kepala OPD memberikan data yang akurat demi mendukung pembangunan daerah yang tepat sasaran,” tegasnya.

Menurut Suhardiman, Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran strategis dalam membangun basis data ekonomi nasional maupun daerah yang terintegrasi. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan serta perencanaan program pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat.

“Membangun basis data ekonomi nasional dan daerah, termasuk Kuansing, membutuhkan satu data yang akurat dan terintegrasi. Data tersebut sangat kita butuhkan secara faktual sebagai dasar penyusunan berbagai kebijakan dan program pembangunan ke depan,” ujarnya.

Ia menegaskan, kesalahan dalam penyajian data akan berdampak langsung terhadap arah kebijakan yang diambil pemerintah. Oleh sebab itu, keakuratan hasil Sensus Ekonomi 2026 akan sangat menentukan pembangunan Kabupaten Kuantan Singingi pada masa mendatang.

“Maka data yang salah akan menghasilkan kebijakan yang salah pula. Oleh sebab itu, keakuratan dari Sensus Ekonomi ini akan menentukan kebijakan Kuansing di masa datang,” tegasnya kembali.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa melalui sensus ekonomi, pemerintah dapat memetakan secara jelas sektor usaha yang berkembang maupun sektor yang masih memerlukan perhatian dan dukungan. Dengan demikian, kebijakan yang lahir dapat lebih terukur dan tepat sasaran.

Mulai dari pengalokasian anggaran, pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, hingga pembangunan infrastruktur penunjang ekonomi masyarakat, seluruhnya memerlukan dukungan data yang akurat.

“Ketika pemerintah mengetahui sektor mana yang berkembang dan sektor mana yang masih tertinggal, maka intervensi pembangunan dapat dilakukan secara lebih terukur. Inilah yang akan mempercepat pemerataan dan keadilan pembangunan di seluruh wilayah Kuansing,” katanya.

Menurut Suhardiman, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya pembangunan fisik, tetapi sejauh mana pembangunan tersebut mampu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.

“Keberhasilan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi sejauh mana pembangunan itu mampu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakatnya,” pungkas Bupati.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Kuantan Singingi, Hartono Hardi, mengatakan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan perkembangan ekonomi Indonesia hingga ke tingkat daerah.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan sensus sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah, instansi terkait, pelaku usaha, dan masyarakat dalam memberikan informasi yang benar serta lengkap kepada petugas.

“Data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi rujukan penting dalam perencanaan pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah. Karena itu kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan sensus ini,” ujar Hartono.

Sebanyak 339 petugas yang diterjunkan menjadi ujung tombak dalam menghimpun data berbagai aktivitas usaha masyarakat. Data yang diperoleh nantinya diharapkan mampu memberikan gambaran utuh tentang struktur dan potensi ekonomi Kuantan Singingi, sekaligus menjadi pijakan dalam mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif, merata, dan berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kuansing H. Juprizal, Sekretaris Daerah Kuansing Zulkarnain, M.Si, Asisten II Setda Kuansing Drs. Napisman, Kepala Bappeda Litbang Hendra Roza, S.Si, unsur Forkopimda, serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi.*(ald)