KUANTAN SINGINGI (KilasRiau.com) – Kekesalan warga terhadap kondisi jalan rusak di ruas Simpang Sambung menuju Sungai Bawang, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, semakin memuncak. Tak hanya memasang tanda di tengah jalan berlubang, warga bahkan menanam pohon pisang dan Sawit sebagai bentuk protes terhadap kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki. 
Kerusakan disebut bukan hanya berada di satu titik, melainkan membentang cukup panjang di sepanjang ruas jalan tersebut. Aspal yang terkelupas, lubang besar, genangan air, hingga badan jalan yang rusak parah menjadi pemandangan sehari-hari bagi masyarakat yang melintas.
“Bukan cuma satu titik bang, sepanjang jalan ini rusak parah. Bahkan di tanjakan juga rusaknya sangat parah,” ungkap seorang warga kepada media. Kamis (7/5/2026).
Menurut warga, kondisi itu sudah sering memicu kecelakaan. Kendaraan roda dua maupun roda empat kerap kehilangan kendali, terutama saat melintasi tanjakan berbatu, berlobang dan jalan licin usai hujan turun.
“Tak jarang motor maupun mobil nyungsap, keluar badan jalan sampai masuk parit,” lanjutnya.
Pohon pisang dan sawit yang ditanam warga di tengah jalan disebut bukan sekadar penanda lubang atau aksi iseng semata. Di balik itu, tersimpan kekecewaan mendalam masyarakat terhadap janji-janji politik yang dinilai hanya muncul saat musim pemilu.
“Pohon pisang dan sawit ini bukan hanya bentuk protes perbaikan jalan. Ini untuk membuktikan janji pemimpin saat mencari suara waktu pemilu, baik bupati maupun anggota DPRD,” kata warga lainnya.
Warga menilai, setelah para pemimpin terpilih dan duduk di kursi jabatan, aspirasi masyarakat seakan dilupakan. Jalan yang menjadi urat nadi aktivitas warga itu tetap dibiarkan rusak tanpa perhatian serius.
“Setelah duduk mereka lupa dengan janji yang dulu diucapkan. Bahkan terkesan tidak peduli,” ujarnya dengan nada kecewa.
Kondisi tersebut kini ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warga berharap pemerintah daerah segera turun langsung melihat kondisi di lapangan dan mengambil langkah nyata sebelum kerusakan semakin parah serta menimbulkan korban kecelakaan yang lebih serius.
Bagi masyarakat Sungai Bawang, Air Emas, Sungai Sirih, Pasir Emas, Sungai Kuning, Petai Baru dan sekitarnya, jalan bukan sekadar infrastruktur biasa. Jalan adalah akses kehidupan, jalur ekonomi, pendidikan, hingga penghubung harapan masyarakat desa dengan pusat pemerintahan.*(ald)