Gotong Royong Bangun Pondok Ketahanan Pangan, Wujud Kebersamaan Warga Desa Koto Sentajo

Gotong Royong Bangun Pondok Ketahanan Pangan, Wujud Kebersamaan Warga Desa Koto Sentajo
foto: istimewa (doc. kilasriau.com)

KOTO SENTAJO (KilasRiau.com) – Semangat kebersamaan kembali hidup di tengah masyarakat Desa Koto Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Warga bersama perangkat desa melaksanakan kegiatan gotong royong (goro) dalam pembangunan pondok tempat berteduh di lokasi lahan jagung pipil yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan desa. Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kekompakan, di mana masyarakat bahu-membahu mengangkat bahan, mendirikan tiang, hingga merangkai atap sederhana yang kelak akan menjadi tempat berteduh bagi para petani saat beraktivitas di lahan.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Desa Koto Sentajo, H. Bahmada, A.Md, menyampaikan bahwa pembangunan pondok ini bukan sekadar fasilitas pelengkap, melainkan bentuk perhatian terhadap kenyamanan dan keselamatan para petani yang mengelola lahan jagung pipil tersebut.

“Pondok ini kita bangun bersama sebagai tempat berteduh saat panas terik maupun hujan turun. Ini bagian kecil dari upaya besar kita dalam mendukung ketahanan pangan desa,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada hasil panen semata, tetapi juga pada kekompakan dan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap prosesnya.

Di bawah terik matahari, canda tawa warga yang bekerja bersama menjadi gambaran nyata bahwa gotong royong masih menjadi napas kehidupan di desa. Tak hanya mempercepat pembangunan, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial antarwarga.

Dengan berdirinya pondok sederhana tersebut, diharapkan para petani dapat lebih nyaman dalam mengelola lahan jagung pipil, sehingga produktivitas pertanian desa semakin meningkat dan ketahanan pangan dapat terjaga dengan baik.

Gotong royong ini menjadi bukti bahwa dari kebersamaan, lahir kekuatan. Dari kesederhanaan, tumbuh harapan. Dan dari tanah yang diolah dengan penuh cinta, kesejahteraan perlahan akan menemukan jalannya.*(ald)