Pemkab Kuansing Gelar Pasar Murah, Warga Minta Stok Ditambah

Pemkab Kuansing Gelar Pasar Murah, Warga Minta Stok Ditambah
foto: Drs. Masnur, MM

KUANTAN SINGINGI (KilasRiau.com) – Kepala Dinas Koperasi UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kuantan Singingi, Drs. Masnur, MM, mengungkapkan bahwa Operasi Pasar Murah Ramadan 2026 akan menyediakan sejumlah komoditas pokok dengan harga di bawah pasaran.

“Komoditas yang disediakan antara lain beras, minyak goreng, tepung, gula, dan telur. Karena ini operasi pasar, tentu harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan harga pasar,” ujar Masnur saat dikonfirmasi, Selasa (3/3/2026).

Namun demikian, Masnur menyebutkan bahwa hingga kini pihaknya belum menerima kepastian jumlah stok dari Bulog sebagai penyedia utama komoditas.

“Untuk stok, kami masih menunggu konfirmasi dari Bulog. Jadi belum bisa memastikan jumlah maupun kemungkinan adanya pembatasan pembelian,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bersifat terbuka untuk masyarakat umum, meski diharapkan dapat membantu masyarakat ekonomi lemah.

“Sasarannya masyarakat luas. Harapannya tentu masyarakat ekonomi lemah bisa terbantu, tapi dalam praktiknya kami tidak bisa membatasi masyarakat yang datang berbelanja karena ini bukan program bantuan sosial khusus,” katanya.

Masnur juga menyampaikan bahwa tidak ada pengawasan khusus dalam pelaksanaan operasi pasar tersebut.

“Karena ini operasi pasar untuk masyarakat umum, maka pemberitahuan disampaikan secara terbuka dan tidak ada mekanisme pengawasan khusus seperti program bantuan sosial,” tambahnya.

Terkait kemungkinan pasar murah lanjutan, Masnur menjelaskan bahwa program ini sepenuhnya merupakan kebijakan Bulog.

“Dalam satu kabupaten hanya mendapat jatah satu kecamatan. Untuk Kuantan Singingi, pelaksanaannya ditetapkan di Kecamatan Kuantan Tengah. Untuk kegiatan berikutnya, kita masih menunggu program lanjutan dari Bulog,” pungkasnya.

Sejumlah warga menyambut positif rencana digelarnya Operasi Pasar Murah tersebut, namun berharap ketersediaan stok benar-benar mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Kalau harganya memang lebih murah, tentu sangat membantu, apalagi menjelang puasa. Tapi biasanya cepat habis. Harapan kami stoknya diperbanyak,” ujar Rina (42), warga Teluk Kuantan.

Hal senada disampaikan Andi (35), warga lainnya. Ia berharap pemerintah dapat memperluas jangkauan lokasi pasar murah.

“Kalau cuma satu kecamatan, pasti banyak warga yang tidak kebagian. Kalau bisa ke depan jangan hanya terpusat di Kuantan Tengah,” katanya.

Sementara itu, seorang pedagang sembako di Teluk Kuantan yang enggan disebutkan namanya menilai pasar murah perlu diimbangi dengan pengaturan yang jelas agar tidak berdampak pada pedagang kecil.

“Kami tidak menolak pasar murah, tapi sebaiknya ada pengaturan waktu dan stok. Kalau terlalu besar dan tanpa pembatasan, pedagang kecil bisa terdampak,” ujarnya.

Pedagang tersebut berharap pemerintah daerah dapat menjadikan evaluasi ini sebagai bahan perbaikan kebijakan ke depan agar stabilisasi harga tetap berjalan tanpa mematikan usaha kecil.*(ald)