Tribar Akbar Mancing Mania Kuansing IX 2026 Diserbu Ribuan Angler, Peserta Tembus 1.018 Orang
TELUK KUANTAN (KilasRiau.com) — Antusiasme masyarakat terhadap Tribar Akbar Mancing Mania Kuansing (MMK) IX Tahun 2026 kembali membuktikan bahwa event ini telah menjelma menjadi salah satu agenda olahraga rekreasi terbesar di Kabupaten Kuantan Singingi. Hingga Sabtu, 17 Januari 2026, jumlah peserta yang telah mendaftar tercatat mencapai 1.018 orang, baik melalui pendaftaran tunai (cash) maupun sistem booking.
Kegiatan yang akan digelar pada Ahad, 18 Januari 2026, bertempat di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, ini tidak hanya menjadi ajang adu keterampilan memancing, tetapi juga momentum silaturahmi para angler dari berbagai daerah, bahkan lintas provinsi.
Sekretaris Panitia Tribar Akbar MMK IX, Thaufiq Abadi, menjelaskan bahwa jumlah peserta masih berpotensi bertambah hingga hari pelaksanaan. Pasalnya, sebagian peserta menyampaikan konfirmasi kehadiran langsung melalui telepon dan pesan WhatsApp kepada panitia.
“Data sementara hingga hari ini mencapai 1.018 peserta. Ini terdiri dari pendaftar cash dan booking. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jumlah ini biasanya masih bertambah pada hari H,” ujarnya.
Peserta Tribar Akbar MMK IX datang dari berbagai kecamatan di Kuantan Singingi seperti Benai, Cerenti, Kotorajo, Sukaraja, Kuantan Mudik, hingga komunitas-komunitas mancing lokal yang telah lama eksis. Bahkan, sejumlah peserta berasal dari luar daerah seperti Dharmasraya, Bungo, Tebo, serta Pontianak, Kalimantan Barat.
Kecamatan Benai tercatat sebagai salah satu penyumbang peserta terbanyak dengan 112 orang, disusul komunitas-komunitas mancing besar seperti Izon Pancing (135 orang), KMTB (47 orang), KMTJ (35 orang), serta Mancing Mania Dharmasraya (38 orang).
Kehadiran angler dari luar daerah ini menegaskan bahwa Tribar Akbar MMK bukan sekadar event lokal, melainkan telah menjadi magnet regional yang turut menggerakkan sektor ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di sekitar Tepian Narosa.
Tribar Akbar Mancing Mania Kuansing IX Tahun 2026 juga dirangkai dengan penebaran benih ikan, sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian ekosistem Sungai Kuantan. Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa hobi memancing tidak boleh dilepaskan dari tanggung jawab menjaga keberlanjutan alam.
Selain memperebutkan piala tetap dan piala bergilir Bupati Kuantan Singingi, panitia juga menyiapkan hadiah menarik untuk kategori ikan terberat dan udang terberat, dengan total hadiah jutaan rupiah. Bahkan, panitia menyediakan doorprize utama berupa paket umrah, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta.
Event ini berada di bawah pembinaan Camat Kuantan Tengah dan didukung penuh oleh Bupati Kuantan Singingi sebagai penasehat. Dukungan pemerintah daerah dinilai penting dalam menjaga ketertiban, keamanan, serta kelancaran pelaksanaan kegiatan yang melibatkan ribuan orang ini.
Ketua Mania Kuansing, Nasri Apriadi, S.Sos, menyampaikan bahwa konsistensi penyelenggaraan Tribar Akbar MMK hingga edisi ke-9 merupakan hasil kerja kolektif komunitas dan dukungan berbagai pihak.
“Ini bukan sekadar lomba mancing, tapi ruang kebersamaan, persaudaraan, dan promosi daerah. Kami berterima kasih atas kepercayaan masyarakat yang terus meningkat setiap tahun,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Tribar Akbar MMK IX, Nofriadi Habi Putra, S.Pd, menegaskan bahwa panitia telah melakukan berbagai persiapan teknis guna memastikan acara berjalan aman, tertib, dan lancar.
Dengan jumlah peserta yang menembus ribuan orang, Tribar Akbar Mancing Mania Kuansing IX tidak hanya berdampak pada komunitas pemancing, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi rakyat. Pedagang kaki lima, pelaku UMKM, hingga jasa parkir dan transportasi diprediksi ikut merasakan dampak positif dari event ini.
“Satu Joran, Beribu Dunsanak.”
Sebuah filosofi bahwa dari sebatang joran, terjalin persaudaraan lintas daerah, lintas profesi, dan lintas generasi di tepian Sungai Kuantan.
Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, S.Sos., M.Si, mengapresiasi tingginya antusiasme peserta serta konsistensi panitia dalam menjaga kualitas dan nilai positif kegiatan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi Tribar Akbar Mancing Mania Kuansing yang terus berkembang dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Ini bukan sekadar lomba memancing, tetapi juga wadah silaturahmi, promosi daerah, serta penggerak ekonomi rakyat di Kuantan Tengah,” ujar Eka Putra.
Ia juga menekankan pentingnya ketertiban dan kepedulian lingkungan selama kegiatan berlangsung.
“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan tertib, menjaga kebersihan, serta bersama-sama melestarikan Sungai Kuantan. Penebaran benih ikan yang dilakukan panitia adalah contoh nyata bahwa hobi memancing harus sejalan dengan upaya menjaga alam,” tambahnya.
Ketika matahari perlahan condong di atas Tepian Narosa dan ribuan joran terentang di alur Sungai Kuantan, Tribar Akbar Mancing Mania Kuansing IX bukan lagi sekadar perlombaan. Ia menjelma menjadi perayaan kebersamaan—tentang manusia, alam, dan harapan yang dipertautkan oleh arus air dan kesabaran.
Di tepian sungai itu, orang-orang datang bukan hanya membawa umpan dan kail, tetapi juga membawa cerita, persaudaraan, dan keyakinan bahwa kebersamaan masih bisa dirawat di ruang-ruang sederhana. Dari Kuantan Singingi hingga lintas daerah, mereka duduk sejajar, menyatu dalam semangat yang sama.
Tribar Akbar lalu meninggalkan pesan yang lebih dalam dari sekadar pemenang dan hadiah: bahwa sungai harus dijaga, persaudaraan harus dipelihara, dan kebersamaan harus terus diwariskan. Sebab di sanalah makna sejati sebuah perhelatan—ketika alam dihormati dan manusia saling menguatkan.
Dan di antara riak air yang terus mengalir, satu pesan kembali ditegaskan:
Satu joran boleh terangkat, tetapi ribuan dunsanaklah yang pulang dengan cerita.*(ald)