Senyum Penuh Makna di Ujung Pengabdian: Jasril Alias Sijay Purna Tugas Setelah 24 Tahun Mengabdi di Kuantan Tengah

Senyum Penuh Makna di Ujung Pengabdian: Jasril Alias Sijay Purna Tugas Setelah 24 Tahun Mengabdi di Kuantan Tengah
foto: istimewa/D'rock. (doc. Kilasriau.com)

KUANTAN TENGAH (KilasRiau.com) – Senyum itu merekam pengabdian panjang. Jasril Alias Sijay tampak sumringah saat menerima bingkisan dari Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, S.Sos., M.Si, pada hari purna tugasnya di Kantor Camat Kuantan Tengah. Sebuah momen sederhana, namun sarat makna, menutup perjalanan pengabdian yang telah ia jalani selama kurang lebih 24 tahun sebagai aparatur pemerintahan. Selasa (30/12/2025).

Bertempat di kantor yang selama bertahun-tahun menjadi saksi rutinitas pelayanan publik, acara berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan. Tidak ada seremoni besar, namun justru kesederhanaan itulah yang mempertegas nilai pengabdian yang selama ini dijalani Jasril—tenang, konsisten, dan penuh tanggung jawab.

Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, S.Sos., M.Si, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas dedikasi Jasril Alias Sijay. Menurutnya, pengabdian yang panjang bukan sekadar dihitung dari lamanya masa kerja, tetapi dari kesetiaan menjaga amanah dan komitmen melayani masyarakat.

“Tidak semua kerja tercatat dalam laporan. Ada kerja sunyi, ada kesabaran, dan ada ketulusan yang tidak selalu terlihat, tetapi sangat dirasakan dampaknya. Atas nama Pemerintah Kecamatan Kuantan Tengah, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pak Jasril atas pengabdian selama ini,” ujar Eka Putra.

Ia menambahkan, sosok Jasril merupakan bagian penting dari perjalanan pemerintahan di Kecamatan Kuantan Tengah. Pengalaman panjang yang dimilikinya telah menjadi penopang kelancaran kebutuhan dan pelayanan di kantor, terutama dalam menghadapi dinamika persoalan yang terus berubah.

Sementara itu, Jasril Alias Sijay menyampaikan rasa syukur karena dapat menuntaskan masa baktinya dalam keadaan sehat. Dengan nada rendah hati, ia mengungkapkan terima kasih kepada pimpinan, rekan kerja, dan seluruh pihak yang telah membersamainya selama bertugas.

“Saya hanyalah bagian kecil dari sistem. Selama bertugas, saya berusaha menjalankan amanah sebaik mungkin. Jika selama ini ada kekurangan, saya mohon maaf. Terima kasih atas kebersamaan dan dukungan yang telah diberikan,” ucap Jasril.

Selama kurang lebih 24 tahun mengabdi, Jasril telah melewati berbagai fase perubahan—dari pergantian kepemimpinan, pergeseran kebijakan, hingga transformasi sistem administrasi pemerintahan. Namun satu hal yang tak pernah berubah adalah komitmennya terhadap pekerjaan dan tanggung jawab sebagai abdi negara.

Di balik tumpukan berkas dan meja kerja rekan yang kini ia tinggalkan, tersimpan kisah ketekunan yang jarang disorot. Kisah tentang hadir tepat waktu, menyelesaikan tugas tanpa banyak keluhan, dan menjaga marwah pelayanan dalam diam.

Hari purna tugas itu bukan sekadar perpisahan dengan rekan kerja dan pekerjaan, melainkan juga ruang refleksi tentang makna pengabdian. Bahwa kerja-kerja di pemerintahan tidak selalu gemerlap, tetapi dibangun oleh orang-orang yang setia bekerja dalam senyap.

Dengan berakhirnya masa tugas Jasril Alias Sijay, Kantor Camat Kuantan Tengah melepas satu bagian dari sejarahnya. Sementara bagi Jasril, purna tugas bukanlah akhir segalanya, melainkan awal dari fase kehidupan baru—dengan kepala tegak, hati lapang, dan senyum yang menyimpan jejak pengabdian panjang.*(ald)