KUANSING (KilasRiau.com) — Suasana haru menyelimuti Surau Sukun Desa Sawah, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, Jumat (05/12/2025). Ratusan orang tua santri dan santriwati tumpah ruah memenuhi ruang utama surau untuk menyaksikan momen bersejarah dalam acara Wisuda Tahfiz II RTQ Kampung Al-Qur'an Desa Sawah.
Acara berlangsung penuh kekhidmatan ketika satu per satu santri dan santriwati naik ke panggung menerima syal tahfiz. Prosesi tersebut menjadi bukti perjuangan panjang mereka dalam menghafal dan mempelajari ayat-ayat suci Al-Qur'an.
Pada kesempatan tersebut, Camat Kuantan Tengah Eka Putra, S.Sos., M.Si. turut hadir sebagai tamu kehormatan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi tinggi kepada para santri, orang tua, dan pengurus RTQ yang telah berkomitmen membumikan Al-Qur'an di tengah masyarakat.
“Hari ini Pemerintah Kecamatan Kuantan Tengah menghadiri kegiatan wisuda santri dan santriwati Tahfiz II Al-Qur'an Desa Sawah, Kecamatan Kuantan Tengah, dengan jumlah 16 orang santri dan santriwati,” ujar Eka Putra.
Dalam momen emosional tersebut, Eka Putra membagikan pengalaman masa remajanya dengan seorang kenalan yang sangat religius. Cerita itu menggugah banyak hadirin.
“Kita ini adalah seorang pendosa. Tentunya dengan selalu mengingat Allah, insyaallah Allah akan selalu membuka pintu maaf bagi kita, karena di dunia ini tidak ada yang sempurna,” ucapnya dengan suara bergetar saat menyaksikan anak-anak penghafal Al-Qur'an di hadapannya.
Sejumlah tamu undangan tampak menyeka air mata, terharu mendengar pesan menyentuh itu.
Tidak hanya memberi motivasi, Camat Kuantan Tengah juga membeberkan rencana besar yang sedang disiapkan.
“Pada tahun 2026 nanti, kita coba gerakkan program Al-Qur'an, tentunya dengan berkolaborasi antara Baznas Kabupaten dan Baznas Provinsi,” tuturnya.
Program tersebut diharapkan menjadi pemantik tumbuhnya lebih banyak rumah tahfiz serta pembinaan keagamaan berbasis masyarakat di berbagai desa.
Mengakhiri sambutannya, Eka Putra menyampaikan pesan sarat makna yang mengingatkan pentingnya mengikat hati dengan kebaikan dan Al-Qur'an.
“Beliau hafal Al-Qur'an 30 juz beserta arti, posisi, dan nomor surat. Namun dengan amalan seperti itu, beliau tidak yakin akan masuk surga Allah. Sehingga beliau berkata kepada jamaah, ‘Jika kalian tidak menemukan saya di surga, tolong katakan kepada Allah SWT bahwa kita pernah bersama dalam kebaikan,’” tuturnya, mengutip ceramah Ustaz Adi Hidayat.
Ucapan tersebut membuat suasana semakin syahdu, mengajak seluruh jamaah untuk memperkuat hubungan dengan Al-Qur'an serta tetap rendah hati di hadapan Allah SWT.*(ald)