Sentra Handayani Jakarta Hadirkan Senyum di Wajah Orang Tua Kita

Hangatnya Kepedulian untuk Lansia di Koto Sentajo

Hangatnya Kepedulian untuk Lansia di Koto Sentajo
foto: istimewa (doc. Kilasriau.com)

KOTO SENTAJO (KilasRiau.com) - Di sebuah ruangan sederhana di Desa Koto Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi, beberapa kursi plastik tersusun rapi. Udara siang itu terasa hangat, namun suasana di dalam ruangan lebih hangat lagi—karena senyum dan sapaan ramah para lansia yang duduk dengan penuh harap. Kamis (6/11/2025).

Mereka datang bukan untuk sekadar menerima bantuan, melainkan untuk merasakan sentuhan kepedulian dari negara melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia. Melalui Sentra Handayani Jakarta, pemerintah menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) bagi para penerima manfaat lanjut usia.

Satu per satu nama dipanggil. Petugas dengan sabar membantu dan berbincang ringan dengan para lansia, memastikan semua proses berjalan tertib dan nyaman. Beberapa terlihat tersenyum malu-malu, ada pula yang tak kuasa menyembunyikan rasa haru ketika menerima bingkisan dari pemerintah.

Perwakilan dari Sentra Handayani Jakarta menyampaikan pesan sederhana namun bermakna: “Bantuan ini bukan hanya tentang barang, tapi tentang perhatian. Kami ingin para orang tua merasa dihargai dan tidak sendiri.” Kalimat itu disambut anggukan lembut dari hadirin—seolah menjadi pengingat bahwa kasih dan perhatian adalah kebutuhan yang tak lekang oleh usia.

Pj Kepala Desa Koto Sentajo, H. Bahmada, A.Md, yang turut hadir, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kementerian Sosial dan Sentra Handayani. Program ini bukan sekadar menyalurkan bantuan, tapi menghadirkan kebahagiaan dan semangat baru bagi para orang tua di desa kami,” ujarnya penuh rasa syukur.

Kegiatan yang berlangsung sederhana itu meninggalkan kesan mendalam. Tidak ada kemewahan, tetapi ada ketulusan yang nyata. Di balik tumpukan paket bantuan, tersimpan pesan kuat bahwa negara hadir untuk mereka yang pernah menjadi tulang punggung keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Ketika acara berakhir, beberapa lansia masih tampak enggan beranjak. Mereka saling bertukar cerita, tertawa kecil, dan berfoto bersama petugas. Hari itu mungkin sederhana bagi sebagian orang, tapi bagi mereka, itu adalah hari yang berarti—hari ketika perhatian dan kasih kembali menyapa usia senja.*(ald)