Petugas Kebersihan Kota Jalur Bersedih Gajinya Dipotong

Petugas Kebersihan Kota Jalur Bersedih Gajinya Dipotong
Foto: ilustrasi net

TELUK KUANTAN (KilasRiau.com) - Sejumlah petugas kebersihan di Kota Jalur Teluk Kuantan mengaku gajinya dipotong tanpa alasan yang pasti. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kuantan Singingi, Deflides Gusni membantah gaji petugas kebersihan dipangkas.

Para petugas kebersihan itu tidak berani protes, karena menurut mereka, mereka tidak akan mempunyai pekerjaan lagi jika tak mau menerima dengan besaran gaji yang diterima mereka saat ini.

Dimana, Antonius (35) bukan nama sebenarnya, tukang sapu jalan di area Taman Jalur dan Sekitarnya mengaku tidak diberi tahu alasan pemotongan gaji tersebut.

"Kita tidak dikasih alasan yang jelas," ungkap Antonius saat ditemui di selah kerjanya pada Kamis (19/03/2025).

Antonius menjelaskan, mulanya gaji petugas kebersihan yang diterima mereka sebesar Rp. 1.450.000,- ,. 

Dia juga menuturkan bahwa tidak ada petugas kebersihan yang berani protes atau menanyakan alasan terkait pemotongan gaji tersebut.

"Takutnya kalau kita terlalu vokal, sementara kita orang nggak punya, dan harus terima kenyataan ini, kita harus terima pemotongan ini. Sedangkan saya masih punya tanggungan besar, ada anak-anak yang butuh makan, rumah  masih ngontrak, dan kebutuhan lainnya," jelas Antonius.

Tidak hanya Antonius, Delima (37) bukan nama sebenarnya, yang juga seorang tukang sapu jalan di area Lapangan Limuno juga mengatakan hal senada. Dimana, Delima mengatakan, bahwa jam kerjanya masih tetap sama meski gaji dipotong.

"Jam kerja sama. Lagipun dari gaji awal Rp. 1.450.000,- dikurangi Rp. 400.000,- , jadi yang kami terima cuma Rp. 1.050.000,- , sedih rasanya," tutur Delima.

Johan (40), petugas kebersihan di area Taman di Lingkup Pemda Kuansing mengatakan, memang benar adanya penurunan gaji mereka para pembersih jalan.

"Pokoknya kita kerja, alasan turunnya ya sudah dikasih tau," ujar Johan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kuantan Singingi, Deflides Gusni membantah gaji petugas kebersihan dipangkas.

"Enggak, enggak mungkin kita memotong gaji petugas kebersihan. Ya kita juga enggak melakukan itu," kata Deflides melalui Whatsapp pribadinya, saat dimintai klarifikasi soal pemotongan gaji tersebut.

"Bukan dipotong, ini adalah implementasi dari amanat Inpres no 1 tahun 2025 tentang efisiensi anggaran," begitu dikatakan Deflides Gusni

Deflides Gusni menjelaskan bahwa pemotongan gaji tersebut bukan tanpa alasan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari efisiensi anggaran yang sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres).

Pemotongan gaji diberlakukan kepada petugas kebersihan di DLH, yang sebelumnya menerima gaji Rp. 1.450.000,- , kini menjadi Rp. 1.050.000,- .

Pemotongan ini juga berlaku bagi pegawai honorer kantor yang kini telah lulus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Sebelumnya, mereka menerima gaji Rp. 1.250.000,- , namun setelah pemotongan, gaji mereka menjadi Rp. 850.000,- ,” begitu dikatakan Deflides Gusni.

Menurut Deflides, efisiensi anggaran ini merupakan langkah yang harus diambil untuk menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah saat ini.

Dirinya juga menegaskan bahwa pemotongan gaji ini telah melalui pertimbangan yang matang dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Kami memahami bahwa pemotongan gaji ini berdampak pada petugas kebersihan dan pegawai honorer. Namun, kami berharap mereka dapat memahami kondisi ini dan terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” demikian Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kuantan Singingi, Deflides Gusni menyampaikan.*(ald)