SINGINGI, KUANTAN SINGINGI (KILASRIAU.Com) - Kepala Desa Sungai Sirih lakukan pelepasan keberangkatan 35 orang anggota dan pengurus DPD Pujakesuma Kuantan Singingi dalam rangka undangan silarurahmi wakapolri. Dengan menggunakan Bus Parawisata, turut serta dalam rombongan tersebut Ketua DPD Pujakesuma Kuantan Singingi, Sarju, S.Hut dan Wakil Ketua, Sutimin serta beberapa pengurus inti lainnya. Rabu (22/11/23).
Dalam kesempatan itu, Kepala Desa (Kades) Sungai Sirih, Sitas Riyanto mendo'akan agar kiranya rombongan yang berangkat selamat sampai tujuan dan pulang juga menambah wawasan guna membangun daerah masing-masing.
Kades Sitas juga menambahkan, "dengan adanya organisasi Paguyuban Keluarga Besar (PKB) Pujakesuma ini, mudah-mudahan dapat menambah kekompakan antara suku Jawa dan berguna bagi suku-suku yang lain," begitu kata Kades Sungai Sirih, Sitas Riyanto berharap.
Sebelum berangkat, seluruh rombongan berdoa menurut agama masing-masing yang dipimpinan langsung oleh Ketua DPD Pujakesuma, Sarju.
Adapun agenda keberangkatan PKB Pujakesuma Kuansing ke Pekanbaru Riau bertujuan silaturahmi dengan Wakapolri Komjen Agus Andrianto.
Dalam hal ini, Ketua DPD Pujakesuma Kabupaten Kuantan Singingi, Sarju, S.Hut mengatakan, silaturahmi ini nantinya bisa membuat motivasi bagi anak muda dalam berorganisasi yang positif dan bermanfaat bagi Masyarakat.
Dikatakannya, Pujakesuma ini sama halnya seperti perkumpulan etnis lainnya. Kehadiran PKB Pujakesuma sebagai wadah perkumpulan seluruh masyarakat suku Jawa memiliki peran sangat strategis dalam membangun sikap kekeluargaan dan keakraban sesama masyarakat di Kuantan Singingi. Tidak dapat dipungkiri, selama ini keberadaan PKB Pujakesuma di luar Kuantan Singingi pun tidak hanya memberi manfaat bagi masyarakat suku Jawa, tetapi juga bagi suku lain.
"PKB Pujakesuma juga akan mampu hidup rukun dan damai selama puluhan tahun menjalin persatuan di tengah kemajemukan masyarakat,"ujarnya.
"Menurut saya, ini salah satu catatan bagi semua orang, bagaimana salah satu etnis, dengan jumlah yang begitu besar tapi tak pernah tampil dengan sikap arogan," tambahnya.
"Dengan jumlah yang banyak dan tetap mampu hidup damai dengan kelompok masyarakat yang jumlah yang kecil dari mereka, seperti moto sepi ing pamrih, rame ing gawe," jelas Ketua DPD Pujakesuma.
"Banyak nilai budaya Jawa yang bisa dipahami dan diterima oleh masyarakat lainnya untuk ditiru, baik itu tentang keguyubannya, atau kegotongroyongannya," demikian Ketua DPD Pujakesuma Kab Kuantan Singingi Sarju, S.Hut menyampaikan.(*)