1.200 Pelajar akan Tumpah di Halaman Kantor Camat Kuantan Tengah, Meriahkan HUT RI ke-81

 

TELUK KUANTAN (KilasRiau.com) — Kemerdekaan tidak selalu dirayakan dengan upacara dan pidato. Di Kuantan Tengah, semangat itu akan diterjemahkan melalui gerak, disiplin, kreativitas, dan keriangan ribuan anak-anak sekolah.

Sekitar 1.200 peserta dari jenjang TK, Kelompok Bermain (KB), PAUD, SD hingga SMP sederajat diperkirakan memadati halaman Kantor Camat Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Mereka akan ambil bagian dalam berbagai perlombaan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Rangkaian kegiatan akan dimulai sejak pagi. Sebelum perlombaan digelar, seluruh peserta akan mengikuti senam massal pada pukul 07.15 WIB.

Setelah itu, arena perlombaan akan dibagi sesuai kelompok pendidikan.

Peserta tingkat SD akan mengikuti lomba Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dasar. Sementara tingkat SMP sederajat akan beradu kekompakan melalui lomba PBB bervariasi.

Sedangkan anak-anak dari jenjang TK, KB dan PAUD akan mengikuti lomba mewarnai.

Dengan jumlah peserta yang mencapai sekitar 1.200 orang, kegiatan tersebut dipastikan bukan sekadar perlombaan biasa. Halaman Kantor Camat Kuantan Tengah akan menjadi ruang perjumpaan antara anak-anak, tenaga pendidik, orang tua, pemerintah dan masyarakat.

Camat Kuantan Tengah Eka Putra, S.Sos., M.Si., mengatakan kegiatan peringatan HUT RI ke-81 sengaja dikemas dengan melibatkan peserta didik dari berbagai tingkatan.

Menurutnya, kemeriahan HUT Kemerdekaan harus mampu menjadi momentum untuk membangun rasa kebersamaan sekaligus menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda.

“Kita ingin peringatan HUT Kemerdekaan ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama anak-anak kita. Karena mereka adalah generasi penerus. Kegiatan ini bukan hanya untuk mencari juara, tetapi bagaimana membangun kebersamaan, disiplin, kreativitas dan semangat sportivitas,” ujar Eka Putra.

Ia menjelaskan, keterlibatan sekitar 1.200 peserta menunjukkan tingginya antusiasme dunia pendidikan di Kecamatan Kuantan Tengah dalam menyambut HUT RI ke-81.

“Pesertanya cukup banyak, sekitar 1.200 orang, mulai dari TK, KB, PAUD, SD sampai SMP sederajat. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita karena sekolah dan anak-anak ikut mengambil bagian dalam memeriahkan kemerdekaan,” katanya.

Eka Putra menilai perlombaan PBB bagi pelajar SD dan SMP memiliki pesan yang lebih jauh daripada sekadar kompetisi.

Gerakan yang seragam, barisan yang tertib dan kekompakan antaranggota tim, menurutnya, merupakan bentuk sederhana dari pembelajaran mengenai disiplin dan tanggung jawab.

“PBB ini bukan hanya soal siapa yang paling bagus gerakannya. Ada nilai disiplin, kekompakan, kepemimpinan dan tanggung jawab. Anak-anak belajar bahwa untuk mencapai sesuatu, mereka harus bekerja bersama dan saling menghargai,” ujarnya.

Sementara bagi peserta TK, KB dan PAUD, lomba mewarnai dipilih sebagai ruang untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus merangsang kreativitas anak.

“Untuk anak-anak usia dini tentu kita sesuaikan kegiatannya. Kita ingin mereka menikmati suasana kemerdekaan dengan cara yang menyenangkan. Lomba mewarnai menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan kreativitas dan keberanian mereka,” kata Eka Putra.

Sebelum seluruh perlombaan dimulai, peserta dan masyarakat akan terlebih dahulu mengikuti senam massal yang dijadwalkan mulai pukul 07.15 WIB.

Senam massal diharapkan menjadi pembuka yang mampu membangun suasana kebersamaan sebelum peserta masuk ke arena perlombaan.

Camat Kuantan Tengah juga mengajak seluruh peserta dan pendamping untuk datang tepat waktu serta menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

“Kita harapkan seluruh peserta bisa hadir tepat waktu, karena kegiatan kita mulai pagi dengan senam massal. Setelah itu baru dilanjutkan dengan perlombaan. Kita ingin semuanya berjalan tertib, aman dan lancar,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa inti dari kegiatan tersebut bukan semata-mata mengejar kemenangan.

“Yang paling penting adalah kebersamaan. Menang atau kalah itu bagian dari perlombaan. Jangan sampai karena ingin menjadi juara kemudian menghilangkan nilai sportivitas. Kita ingin anak-anak pulang membawa pengalaman yang baik dan semangat kemerdekaan,” tegasnya.

Pemilihan halaman Kantor Camat Kuantan Tengah sebagai lokasi kegiatan diharapkan membuat perayaan HUT RI lebih dekat dengan masyarakat.

Ruang pemerintahan untuk sementara akan berubah menjadi ruang publik yang dipenuhi aktivitas anak-anak dan masyarakat.

Di satu sisi, barisan pelajar SD dan SMP akan diuji melalui ketepatan gerakan PBB. Di sisi lain, anak-anak usia dini akan sibuk dengan kertas dan warna.

Semuanya bertemu dalam satu momentum: memperingati 81 tahun Indonesia merdeka.

Eka Putra mengatakan pemerintah kecamatan berupaya agar momentum HUT RI tidak hanya menjadi agenda tahunan yang berulang secara seremonial.

Menurutnya, semangat kemerdekaan perlu diterjemahkan melalui keterlibatan masyarakat.

“Kemerdekaan harus kita isi dengan kegiatan-kegiatan positif. Anak-anak belajar, berprestasi, berolahraga, berkreativitas dan membangun kebersamaan. Itu juga bagian dari cara kita mengisi kemerdekaan,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat berlangsung semarak tanpa menghilangkan aspek keamanan dan kenyamanan.

“Kita ingin semua bergembira. Tetapi tetap kita utamakan ketertiban dan keamanan. Karena pesertanya cukup banyak, tentu perlu kerja sama dari semua pihak, baik sekolah, guru, pendamping maupun orang tua,” ujar Eka.

Untuk menjaga objektivitas perlombaan, panitia juga menyiapkan tiga orang dewan juri yang berasal dari unsur TNI dan pihak sekolah.

Keterlibatan juri dari unsur TNI diharapkan dapat memberikan penilaian yang lebih profesional, khususnya dalam perlombaan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) tingkat SD dan SMP.

Sementara unsur sekolah turut dilibatkan untuk memastikan proses penilaian berjalan sesuai ketentuan dan kategori perlombaan yang telah ditetapkan.

Camat Kuantan Tengah Eka Putra, S.Sos., M.Si., mengatakan penentuan dewan juri menjadi salah satu perhatian panitia agar seluruh peserta mendapatkan perlakuan yang sama.

“Kita ingin penilaian dilakukan secara objektif dan profesional. Karena itu, kita melibatkan tiga orang dewan juri dari unsur TNI dan pihak sekolah. Harapan kita, seluruh peserta bisa berkompetisi dengan sportif dan menerima hasil perlombaan dengan baik,” ujar Eka Putra.

Menurutnya, keberadaan dewan juri bukan semata-mata untuk menentukan siapa yang menjadi juara, tetapi juga memastikan perlombaan berlangsung tertib, transparan dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Yang kita bangun bukan hanya kompetisi, tetapi juga pendidikan karakter. Anak-anak harus belajar bahwa dalam sebuah perlombaan ada aturan yang harus dihormati dan ada hasil yang harus diterima dengan sportif,” katanya.

Kegiatan HUT RI ke-81 tingkat Kecamatan Kuantan Tengah ini menjadi gambaran bahwa perayaan kemerdekaan tidak harus selalu berlangsung dalam panggung besar.

Dari halaman kantor camat, ribuan anak justru diajak memahami kemerdekaan melalui hal-hal sederhana: bergerak bersama, berbaris dengan disiplin, menghormati aturan, berkompetisi secara sehat dan berani menuangkan kreativitas.

Bagi anak-anak TK, KB dan PAUD, kemerdekaan mungkin hadir melalui warna-warni gambar.

Bagi pelajar SD, ia hadir dalam barisan PBB yang harus bergerak serentak.

Bagi pelajar SMP, ia hadir melalui PBB bervariasi yang menuntut kekompakan dan ketepatan.

Dan bagi pemerintah serta masyarakat, ribuan anak yang berkumpul itu menjadi pengingat bahwa kemerdekaan pada akhirnya bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang menyiapkan generasi yang akan mengisi masa depan.

Rabu, 12 Agustus 2026, sekitar 1.200 peserta akan berkumpul di halaman Kantor Camat Kuantan Tengah. Mereka datang bukan hanya membawa seragam perlombaan, kertas gambar atau barisan yang sudah dilatih. Mereka membawa satu pesan sederhana: kemerdekaan harus dirayakan, tetapi lebih penting lagi, harus diisi.*(ald)


Baca Juga