Barolek Godang Urang Sentajo Raya Satukan Perantau, Plt Bupati Mukhlisin Ajak Bangun Kuansing dari Tanah Rantau

 

PEKANBARU (KilasRiau.com) – Semangat kebersamaan masyarakat Sentajo Raya kembali bergema di tanah rantau. Ikatan Keluarga Sentajo Raya (Ika Sentra) Pekanbaru menggelar Barolek Godang Urang Sentajo Raya, sebuah agenda besar yang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi warga perantauan, tetapi juga momentum memperkuat sinergi antara masyarakat rantau dan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Anggrek, Gedung Serbaguna PTPN IV Regional III, Jalan Rambutan Nomor 43, Pekanbaru, Sabtu (18/7/2026) itu dirangkai dengan pengukuhan kepengurusan Ika Sentra Pekanbaru masa bakti 2026–2029 yang dipimpin Supriadi, S.Hut., M.T.

Ratusan warga Sentajo Raya yang bermukim di Pekanbaru dan sekitarnya memadati lokasi acara. Hadir pula para ninik mamak, tokoh masyarakat, alim ulama, cerdik pandai, generasi muda, serta berbagai elemen masyarakat Kuantan Singingi yang berada di perantauan.

Acara semakin istimewa dengan kehadiran Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi H. Mukhlisin, yang juga menyandang gelar adat Datuk Seri Timbalan Setia Amanah. Kehadiran orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi itu disambut hangat oleh keluarga besar Ika Sentra sebagai bentuk eratnya hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat perantauan.

Bagi masyarakat Sentajo Raya, Barolek Godang bukan sekadar seremoni organisasi. Tradisi tersebut memiliki makna filosofis sebagai ruang berhimpun keluarga besar, mempererat tali persaudaraan, memperkokoh nilai adat, sekaligus merumuskan langkah bersama demi kemajuan kampung halaman.

Ketua Pelaksana kegiatan, Musli Haryandi, S.E., M.Ak., Ak.CA, mengatakan seluruh rangkaian acara telah dipersiapkan secara matang agar menjadi momentum penting bagi lahirnya kepengurusan baru yang mampu membawa organisasi semakin berkontribusi bagi daerah.

Menurutnya, Ika Sentra tidak hanya ingin menjadi wadah silaturahmi masyarakat Sentajo Raya di Pekanbaru, tetapi juga menjadi organisasi yang mampu menghimpun gagasan, pengalaman, dan jaringan para perantau untuk mendukung pembangunan Kabupaten Kuantan Singingi.

"Barolek Godang ini bukan sekadar pelantikan pengurus. Kami ingin menjadikannya sebagai momentum menyatukan pemikiran, memperkuat persaudaraan, sekaligus membangun komitmen bersama agar masyarakat Sentajo Raya di perantauan dapat memberikan kontribusi nyata bagi daerah asal," kata Musli.

Ia menjelaskan, masyarakat Sentajo Raya yang berada di rantau memiliki potensi besar. Banyak di antaranya berkiprah sebagai aparatur sipil negara, akademisi, profesional, pengusaha hingga pelaku usaha yang memiliki pengalaman dan jaringan luas.

Potensi tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan strategis apabila mampu disinergikan dengan arah pembangunan yang sedang dijalankan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi.

Dalam sambutannya, Plt Bupati Kuansing H. Mukhlisin menyampaikan apresiasi atas kekompakan keluarga besar Ika Sentra Pekanbaru yang dinilai mampu menjaga persaudaraan serta mempertahankan identitas budaya Melayu Sentajo di tengah kehidupan masyarakat perkotaan.

Mukhlisin menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, kemajuan Kuantan Singingi memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk putra-putri daerah yang kini mengabdikan diri di berbagai daerah.

"Silaturahmi seperti ini bukan sekadar seremonial, melainkan jembatan hati. Pemikiran dan kontribusi konstruktif dari keluarga besar Ika Sentra Pekanbaru sangat kami butuhkan untuk membawa Kuansing ke arah yang lebih baik," ujar Mukhlisin.

Sebagai pemegang amanah pemerintahan sekaligus pemangku gelar adat, Mukhlisin menilai hubungan emosional antara masyarakat di kampung dengan masyarakat di rantau harus terus dipelihara. Menurutnya, falsafah Melayu adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah harus tetap menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam membangun daerah.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Sentajo Raya di perantauan agar tidak pernah melupakan kampung halaman. Sekecil apa pun kontribusi yang diberikan, menurutnya, akan menjadi energi positif bagi percepatan pembangunan Kabupaten Kuantan Singingi.

Selain dihadiri Plt Bupati Kuansing, kegiatan tersebut juga dihadiri paguyuban dari 15 kecamatan se-Kabupaten Kuantan Singingi, sebagai simbol persatuan masyarakat Kuansing di tanah rantau.

Turut hadir Ketua dan jajaran Pengurus Harian Ikatan Keluarga Kuantan Singingi (IKKS) Pekanbaru, Camat Sentajo Raya, anggota DPRD Kabupaten Kuantan Singingi asal Sentajo Raya, serta anggota DPRD Provinsi Riau, bersama sejumlah tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan para sesepuh Sentajo Raya.

Kehadiran lintas unsur tersebut menunjukkan bahwa Ika Sentra tidak lagi sekadar menjadi organisasi paguyuban, tetapi telah berkembang sebagai ruang komunikasi strategis yang mempertemukan pemerintah, legislatif, tokoh adat, kalangan akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat perantauan dalam satu semangat membangun daerah.

Dalam sesi dialog, berbagai gagasan mengenai pembangunan Kuantan Singingi mengemuka. Mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan ekonomi masyarakat, pelestarian budaya Melayu, hingga penguatan investasi daerah menjadi bagian dari pembahasan yang diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat perantauan.

Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa perantau bukan hanya memiliki ikatan emosional dengan tanah kelahirannya, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut memberikan pemikiran, pengalaman, serta jejaring yang dimiliki demi kemajuan daerah.

Di penghujung acara, semangat kebersamaan kembali ditegaskan melalui falsafah yang telah lama hidup dalam masyarakat Sentajo Raya, "Bamansanak kito di rantau, basatu kito di kampuang halaman."

Ungkapan itu menjadi lebih dari sekadar slogan. Ia merupakan filosofi yang mengajarkan bahwa sejauh apa pun langkah merantau, ikatan persaudaraan tidak boleh terputus. Di rantau, masyarakat Sentajo Raya saling merangkul sebagai saudara, membangun jejaring dan pengalaman. Sementara di kampung halaman, seluruh potensi tersebut diharapkan bermuara menjadi gagasan, dukungan, dan kontribusi nyata bagi pembangunan.

Melalui pengukuhan kepengurusan baru Ika Sentra Pekanbaru periode 2026–2029, organisasi ini diharapkan semakin mampu menjadi jembatan antara masyarakat perantauan dengan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi. Sinergi yang terbangun tidak hanya menjaga tali silaturahmi, tetapi juga melahirkan kolaborasi nyata bagi kemajuan Kenegerian Sentajo Raya khususnya dan Kabupaten Kuantan Singingi pada umumnya.

Sebagaimana semangat yang terus diwariskan para pendahulu, "Bamansanak kito di rantau, basatu kito di kampuang halaman", menjadi pengingat bahwa membangun daerah adalah tanggung jawab bersama. Dari persaudaraan yang kokoh, tumbuh harapan besar agar Kuantan Singingi semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, dan nilai-nilai adat Melayu tetap hidup sebagai jati diri yang menyatukan seluruh anak negeri, di mana pun mereka berada.*(ald)


Baca Juga