Setelah Lama Jadi Keluhan, Titik Langganan Banjir di Jantung Teluk Kuantan Akhirnya Ditangani

TELUK KUANTAN (KilasRiau.com) - Harapan warga Desa Beringin Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah, yang selama ini nyaris tenggelam bersama genangan air di Jalan Tuanku Tambusai, akhirnya mulai menemukan titik terang. Setelah bertahun-tahun dikeluhkan dan berulang kali menjadi sumber keresahan masyarakat, saluran drainase yang diduga menjadi penyebab utama banjir dan genangan kini mulai dibersihkan oleh Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi. Sabtu (30/5/2026).

Suara mesin alat berat yang meraung sejak pagi menjadi pemandangan yang berbeda bagi warga sekitar. Excavator tampak bekerja mengeruk tumpukan lumpur, tanah, akar tanaman, dan berbagai material yang selama ini menyumbat aliran air di sepanjang drainase jalan tersebut.

Di sisi jalan, sejumlah warga berdiri memperhatikan proses pengerjaan. Sebagian merekam dengan telepon genggam, sebagian lainnya hanya menyaksikan dengan wajah penuh harap. Bagi mereka, pemandangan itu bukan sekadar aktivitas proyek biasa, melainkan jawaban atas keluhan yang telah lama mereka suarakan.

Selama bertahun-tahun, Jalan Tuanku Tambusai menjadi salah satu titik yang paling sering dikeluhkan masyarakat. Setiap kali hujan turun, air dengan cepat memenuhi badan jalan. Bahkan ketika intensitas hujan meningkat, genangan tidak hanya mengganggu lalu lintas, tetapi juga merembes hingga ke halaman dan rumah warga.

Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat terganggu. Pengendara sepeda motor harus ekstra hati-hati saat melintas. Tidak sedikit yang mengaku pernah nyaris terjatuh akibat lubang jalan yang tertutup genangan air.

"Kalau hujan malam, pagi harinya jalan seperti kolam. Lubang jalan tidak terlihat karena tertutup air. Kami selalu khawatir terjadi kecelakaan," ungkap Wandi, warga yang setiap hari melintasi jalan tersebut.

Menurut Wandi, persoalan tersebut bukan muncul dalam hitungan bulan, melainkan sudah berlangsung cukup lama. Berbagai keluhan telah disampaikan kepada pihak terkait melalui media ini. Bahkan beberapa kali lokasi tersebut disebut pernah ditinjau oleh instansi teknis. Namun kondisi di lapangan tidak banyak berubah.

Karena itu, ketika alat berat benar-benar turun melakukan pengerukan drainase, masyarakat menyambutnya dengan rasa lega.

"Kami bersyukur akhirnya ada tindakan nyata. Mudah-mudahan ini menjadi solusi dan bukan hanya pekerjaan sementara," ujar warga lainnya.

Dari hasil pengerukan yang terlihat di lapangan, saluran drainase memang dipenuhi endapan lumpur dan material lain yang berpotensi menghambat aliran air. Di beberapa titik bahkan tampak akar tanaman serta tumpukan sampah yang menyempitkan ruang aliran.

Kondisi tersebut memperkuat dugaan warga bahwa fungsi drainase selama ini tidak berjalan optimal sehingga air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar menuju saluran pembuangan.

Pembersihan drainase yang dilakukan pemerintah daerah menjadi langkah penting untuk mengembalikan fungsi saluran sebagai pengendali aliran air. Jika aliran kembali normal, risiko genangan yang selama ini menjadi momok bagi masyarakat diharapkan dapat berkurang secara signifikan.

Meski demikian, sejumlah warga berharap pengerjaan tidak berhenti hanya pada pembersihan saluran. Mereka meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase di kawasan tersebut agar persoalan yang sama tidak kembali terulang beberapa bulan ke depan.

"Kalau memang ada bagian yang rusak atau perlu diperbesar kapasitasnya, kami berharap itu juga diperhatikan. Yang penting masalah ini benar-benar selesai," kata Nanda, warga tempatan.

Respons cepat pemerintah daerah ini pun mendapat apresiasi dari masyarakat. Mereka menilai langkah turun langsung ke lapangan dan melakukan eksekusi pekerjaan merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan warga.

Di tengah berbagai persoalan pembangunan yang dihadapi daerah, penanganan masalah yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat sehari-hari dinilai sangat penting. Sebab genangan air bukan hanya persoalan kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan pengguna jalan, kesehatan lingkungan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Kini harapan warga Beringin Taluk tertuju pada hasil pekerjaan tersebut. Mereka berharap musim hujan yang akan datang tidak lagi menghadirkan pemandangan jalan yang berubah menjadi kolam air.

Bagi masyarakat, pengerukan drainase ini mungkin terlihat sederhana. Namun di balik itu tersimpan harapan besar: agar anak-anak dapat berangkat sekolah tanpa harus melewati genangan, pengendara tidak lagi khawatir terjatuh karena lubang yang tersembunyi, dan warga dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan nyaman.

Apa yang terjadi di Jalan Tuanku Tambusai menjadi bukti bahwa suara masyarakat yang disampaikan secara konsisten pada akhirnya dapat menghadirkan perubahan. Dari keluhan yang terus bergema, lahirlah tindakan nyata. Dari genangan yang selama ini menjadi simbol masalah, kini muncul harapan akan solusi yang telah lama dinantikan.*(ald)


Baca Juga