Di Balik Senyum Warga, Pemdes Koto Sentajo Salurkan BLT-DD Periode April–Juni 2026

KOTO SENTAJO (KilasRiau.com) — Pagi yang teduh menyelimuti Desa Koto Sentajo, Senin (25/5/2026). Di pendopo kantor desa, langkah demi langkah masyarakat mulai berdatangan. Wajah-wajah sederhana itu membawa harapan yang sama; tentang kebutuhan hidup yang ingin sedikit diringankan, tentang dapur yang tetap harus mengepul, dan tentang kehidupan yang terus berjalan meski keadaan tak selalu mudah.

Di tengah suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan itu, Pemerintah Desa Koto Sentajo kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) untuk periode April, Mei, dan Juni Tahun 2026 kepada masyarakat penerima manfaat.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Koto Sentajo, H. Bahmada, A.Md. Turut hadir Plt Camat Sentajo Raya, Wandy Gunawan yang diwakili oleh Kasi PMD Kecamatan Sentajo Raya, Asneri, kemudian Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa (PD/PLD) Sentajo Raya, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPD, perangkat desa, hingga para peserta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Di ruangan sederhana itu, bantuan bukan sekadar angka yang berpindah tangan. Ia menjadi simbol hadirnya perhatian, menjadi secercah cahaya kecil bagi masyarakat yang sedang berjuang menjaga kestabilan hidup di tengah berbagai kebutuhan yang terus bertambah.

Satu per satu warga dipanggil dengan tertib. Ada yang datang dengan langkah pelan, ada pula yang menggenggam map lusuh berisi dokumen persyaratan. Namun dari mata mereka, tampak jelas rasa syukur yang sulit disembunyikan.

Kepala Desa Koto Sentajo, H. Bahmada, A.Md menyampaikan bahwa BLT-DD merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan. Ia berharap bantuan tersebut dapat digunakan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga.

“Semoga bantuan ini dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Gunakanlah dengan bijak dan untuk hal-hal yang benar-benar penting,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi PMD Kecamatan Sentajo Raya, Asneri, yang mewakili Plt Camat Sentajo Raya mengatakan bahwa penyaluran BLT-DD merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat desa, khususnya bagi warga yang benar-benar membutuhkan perhatian.

Menurutnya, pemerintah desa diharapkan terus menjaga transparansi dan ketepatan sasaran dalam setiap penyaluran bantuan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Program ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat. Kami berharap bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kebutuhan pokok keluarga. Pemerintah desa juga diharapkan terus menjaga amanah dan transparansi dalam penyaluran bantuan,” tutur Asneri.

Di luar gedung desa, angin siang berembus perlahan melewati pepohonan yang menaungi halaman. Sementara di dalam, proses penyaluran berlangsung tertib dan penuh keakraban. Aparat desa bersama unsur pendamping dan pihak keamanan tampak sigap memastikan kegiatan berjalan lancar, transparan, dan tepat sasaran.

Kehadiran unsur kecamatan, pendamping desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga BPD menjadi gambaran tentang pentingnya sinergi dalam menjaga amanah pembangunan desa. Bahwa setiap bantuan yang turun bukan hanya soal administrasi, tetapi juga tentang menjaga kepercayaan masyarakat.

Bagi sebagian warga, bantuan itu mungkin tak mampu menyelesaikan seluruh persoalan hidup. Namun setidaknya, ia menjadi penyangga kecil di tengah kerasnya roda kehidupan. Menjadi jeda dari kegelisahan tentang kebutuhan rumah tangga yang terus menanti untuk dipenuhi.

Di wajah para orang tua yang duduk menunggu giliran, tersimpan cerita panjang tentang perjuangan hidup di kampung halaman. Tentang bagaimana mereka tetap bertahan dalam kesederhanaan, menjaga keluarga dengan segala keterbatasan yang ada.

Desa Koto Sentajo tidak hanya menyalurkan bantuan. Desa itu sedang merawat rasa peduli, menjaga harapan, dan memperkuat ikatan antara pemerintah dengan masyarakatnya.

Sebab pada akhirnya, pembangunan bukan hanya tentang jalan yang diaspal atau gedung yang didirikan. Tetapi juga tentang bagaimana sebuah desa tetap hadir di tengah masyarakatnya, mendengar denyut kehidupan warganya, dan memastikan bahwa tak ada yang berjalan sendiri menghadapi sulitnya kehidupan.*(ald)


Baca Juga