KUANTAN SINGINGI (KilasRiau.com) – Senja di Kota Teluk Kuantan pada Jumat (13/03/2026) perlahan turun dengan warna keemasan yang lembut. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas kota yang tak pernah benar-benar berhenti, sekelompok orang berkumpul dalam suasana hangat di sebuah rumah makan sederhana. Mereka datang bukan sekadar untuk menikmati hidangan berbuka puasa, tetapi untuk merayakan kebersamaan, mempererat silaturahmi, dan meneguhkan rasa persaudaraan.

Di antara mereka, tampak sosok Noprisal Ependi, SE, Owner Retyponsel Official Kota Teluk Kuantan. Meski kesibukan usaha kerap menyita waktu dan tenaga, ia menyempatkan diri untuk menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan para kru Retyponsel serta anggota Peron Sawit yang berasal dari Desa Pisang Berebus, Kecamatan Gunung Toar.
Momentum sederhana itu menjelma menjadi ruang pertemuan hati—tempat tawa, cerita, dan kenangan bertemu dalam satu meja panjang yang dipenuhi hidangan berbuka.
Dalam sambutannya, Noprisal Ependi menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Baginya, Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga bulan yang mengajarkan arti berbagi, merawat hubungan, serta menumbuhkan rasa kekeluargaan.
“Hari ini saya sebagai owner Retyponsel Official Kota Teluk Kuantan menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan para kru Retyponsel sekaligus merajut silaturahmi dengan anggota Retyponsel dari berbagai cabang yang ada di Kuansing,” ujarnya dengan nada hangat.
Ucapan itu bukan sekadar sambutan seremonial. Di baliknya, tersimpan semangat kebersamaan yang telah tumbuh seiring perjalanan usaha dan kerja keras para kru yang selama ini menjadi bagian dari roda Retyponsel.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh anggota Retyponsel dari sejumlah cabang yang tersebar di Kabupaten Kuantan Singingi. Mereka datang dari berbagai penjuru daerah, mulai dari Desa Pisang Berebus, Lubuk Jambi, Logas, Pangean hingga Teluk Kuantan. Meski berasal dari tempat yang berbeda, malam itu mereka dipertemukan oleh satu rasa: kebersamaan.
“Kegiatan buka puasa bersama ini diikuti oleh anggota dari berbagai cabang Retyponsel yang ada di Kuansing, mulai dari cabang Desa Pisang Berebus, Lubuk Jambi, Logas, Pangean hingga Teluk Kuantan,” tuturnya.
Di sela-sela perbincangan yang mengalir santai, canda tawa terdengar bersahutan. Ada cerita tentang perjalanan usaha, pengalaman di lapangan, hingga kisah-kisah ringan yang membuat suasana semakin hangat.
Bagi Noprisal Ependi, pertemuan seperti ini memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar makan bersama. Ini adalah cara sederhana untuk menjaga kekompakan, memperkuat hubungan antar anggota, dan menegaskan bahwa sebuah usaha tidak hanya dibangun dengan modal dan strategi, tetapi juga dengan rasa saling percaya dan kebersamaan.
“Dengan adanya kegiatan seperti ini, kita berharap kekompakan dan kebersamaan antar anggota Retyponsel dapat terus terjaga,” ungkapnya.
Ketika azan Magrib akhirnya berkumandang, semua percakapan sejenak terhenti. Gelas-gelas diangkat perlahan, doa dipanjatkan dengan penuh khidmat. Dalam keheningan singkat itu, setiap orang merasakan kehangatan yang sama—sebuah rasa syukur karena masih diberi kesempatan untuk berkumpul, berbagi, dan merawat tali persaudaraan.
Malam pun berjalan dengan suasana yang akrab dan penuh kehangatan. Di balik hidangan sederhana dan pertemuan yang mungkin tampak biasa, tersimpan makna yang tak sederhana: tentang persahabatan, kerja keras, dan kebersamaan yang terus dijaga.
Dan di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, pertemuan itu menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan dan dinamika kehidupan, selalu ada ruang untuk berhenti sejenak—menyambung silaturahmi, merawat persaudaraan, dan menyalakan kembali semangat kebersamaan.*(ald)