TELUK KUANTAN (KilasRiau.com) – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Agung Ar-Raudha, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), saat pelaksanaan Shalat Jum’at, Jum’at (30/1/2026). Ratusan jamaah memadati masjid kebanggaan masyarakat Kuansing itu untuk menunaikan ibadah sekaligus menyimak khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Jabrius Jas.

Dalam khutbahnya, Ustadz Jabrius Jas mengajak seluruh jamaah untuk mulai mempersiapkan diri, baik secara lahir maupun batin, dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Ia menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar pergantian bulan dalam kalender Hijriah, melainkan momentum besar untuk memperbaiki iman, akhlak, dan kualitas ibadah.
“Ucapan Marhaban ya Ramadhan bukanlah sekadar kalimat biasa. Ia adalah komitmen iman. Orang yang benar-benar menyambut Ramadhan dengan kesadaran dan keikhlasan, tentu tidak akan meninggalkan puasa serta ibadah di dalamnya,” ujar Ustadz Jabrius Jas dari mimbar khutbah.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Ramadhan memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki bulan-bulan lainnya. Salah satu keutamaan terbesar adalah diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia. Karena itu, Ramadhan disebut sebagai Syahrul Qur’an, bulan Al-Qur’an.
“Di bulan Ramadhan, luangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an, mentadabburi maknanya, dan menjadikannya pedoman dalam kehidupan. Ramadhan adalah bulan petunjuk bagi manusia,” tuturnya.
Selain sebagai bulan Al-Qur’an, Ramadhan juga disebut sebagai bulan ibadah dan bulan pengampunan. Setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya, pintu-pintu rahmat dibuka selebar-lebarnya, dan dosa-dosa diampuni bagi hamba yang bersungguh-sungguh bertaubat.
Ustadz Jabrius Jas juga menyinggung Ramadhan sebagai Syahrud Du’a, bulan doa. Menurutnya, doa orang yang berpuasa memiliki keutamaan tersendiri dan sangat dekat untuk dikabulkan oleh Allah SWT.
“Perbanyaklah doa di bulan Ramadhan. Berdoalah bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga, daerah kita Kuantan Singingi, dan seluruh umat Islam,” pesannya.
Dalam khutbah tersebut, jamaah juga diajak menjadikan Ramadhan sebagai bulan kemenangan. Kemenangan dalam menahan hawa nafsu, kemenangan memperbaiki shalat dan akhlak, serta kemenangan bagi jiwa-jiwa yang sungguh-sungguh kembali kepada Allah SWT.
Menutup khutbahnya, Ustadz Jabrius Jas mengingatkan agar Ramadhan tidak disambut hanya dengan euforia, tetapi dengan persiapan iman yang matang, di antaranya melalui taubat yang sungguh-sungguh, memperbaiki hubungan sesama manusia, serta meningkatkan kepedulian sosial.
Pelaksanaan Shalat Jum’at di Masjid Agung Ar-Raudha berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan. Usai shalat, jamaah tampak saling bersalaman, mencerminkan semangat kebersamaan dan harapan agar Ramadhan yang akan datang membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Kuantan Singingi.
Khutbah ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum spiritual untuk membersihkan hati, memperbaiki diri, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.*(ald)