TELUK KUANTAN (KilasRiau.com) — Ada kerja-kerja yang tak selalu tampak di panggung utama pembangunan. Ia hadir dalam ketekunan mengelola administrasi, dalam kesabaran melayani warga, dan dalam kesediaan berjaga ketika sebagian orang terlelap. Di Kecamatan Kuantan Tengah, kerja-kerja sunyi itu akhirnya mendapat pengakuan. Kamis (01/01/2026).

Rabu, 31 Desember 2025, Pemerintah Kecamatan Kuantan Tengah mengeluarkan Piagam Penghargaan Administrasi Desa Terbaik dan Piagam Penghargaan Pos Ronda Teladan. Piagam tersebut diserahkan langsung oleh Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, S.Sos., M.Si, kepada Kepala Desa Seberang Taluk, Kuswanto, A.Md, serta Pj Kepala Desa Koto Taluk, Riza Andika, S.H, dalam suasana sederhana namun sarat makna.
Penghargaan Administrasi Desa Terbaik diberikan kepada Desa Seberang Taluk. Bukan semata karena dokumen yang rapi atau arsip yang tertata, tetapi karena konsistensi dalam menjalankan tata kelola pemerintahan desa. Dari pelayanan administrasi hingga transparansi program, semuanya dikerjakan dengan prinsip kehati-hatian dan tanggung jawab.
.jpg)
Di desa, administrasi bukan sekadar kertas dan tanda tangan. Ia adalah pintu awal keadilan layanan. Ketika data tertib, keputusan menjadi tepat. Ketika pelayanan dijalankan dengan baik, kepercayaan pun tumbuh perlahan namun pasti.
Sementara itu, dari sisi lain kehidupan desa, sebuah Pos Ronda RW 04 / RT 07–08 di Jalan Garunggang Cunduang, Dusun Tobek Panjang, Desa Koto Taluk, menjadi simbol bahwa keamanan lingkungan masih dijaga dengan semangat kebersamaan. Pos ronda itu hidup—bukan karena bangunannya, tetapi karena manusianya.
.jpg)
Di sana, warga bergiliran ronda. Malam dijalani dengan obrolan sederhana, secangkir kopi, dan kewaspadaan yang tumbuh dari rasa memiliki. Keamanan tak diserahkan sepenuhnya pada aparat, tetapi dijaga bersama sebagai tanggung jawab sosial.
.jpg)
Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas komitmen desa dan masyarakat dalam mendukung pembangunan dari level paling dasar.
“Administrasi yang tertib adalah fondasi pelayanan publik yang adil. Pos ronda yang aktif adalah cermin kepedulian sosial masyarakat. Dua hal ini menjadi kekuatan utama desa,” ujarnya.
Ia menegaskan, penghargaan ini bukanlah garis akhir, melainkan pengingat bahwa kerja yang dilakukan dengan konsisten, meski sering luput dari sorotan, memiliki dampak besar bagi keberlangsungan desa.
Bagi Kuswanto, Kepala Desa Seberang Taluk, penghargaan tersebut adalah hasil kerja kolektif. Ia lahir dari sinergi perangkat desa dan masyarakat yang terus mendorong perbaikan tata kelola.
“Ini bukan tentang satu orang atau satu jabatan. Ini tentang komitmen bersama untuk melayani dengan lebih baik,” ucapnya.
Sementara Riza Andika, Pj Kepala Desa Koto Taluk, menilai penghargaan Pos Ronda Teladan sebagai bukti bahwa nilai gotong royong masih hidup di tengah masyarakat.
“Selama warga masih mau duduk bersama, bergiliran ronda, dan saling menjaga, maka rasa aman akan selalu punya tempat di desa ini,” katanya.
Di penghujung tahun, ketika kalender hampir berganti, piagam-piagam itu menjadi penanda kecil dari kerja besar yang terus berjalan. Dari meja administrasi desa yang tertib, hingga pos ronda yang tak pernah benar-benar tidur.
.jpg)
Dari Kuantan Tengah, kita diingatkan bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari proyek besar atau anggaran yang gemerlap. Ia sering lahir dari disiplin, kepedulian, dan kesediaan menjaga bersama—hal-hal sederhana yang, jika dirawat, mampu menjaga desa tetap berdiri dengan martabat.*(ald)