Seperti salah satunya pada penyambutan Tahun Baru Hijriah yang sejak dahulu kala sudah dilakukan masyarakat seantero Inhil hingga ke ceruk-ceruk kampungnya.
Berbeda dari tempat lain yang juga mengadakan acara untuk penyambutan Tahun Baru Islam ini dan biasanya diisi dengan acara do’a bersama dan tausyiah saja, di Indragiri Hilir, tepatnya di ibu kotanya Tembilahan, acara dibuat sangat meriah.
Sebelum pandemi Covid-19 mewabah di negeri ini, masyarakat selalu tumpah ruah meramaikan acara yang diadakan 10 hari ini, khususnya dihari ke 10 yaitu hari puncak dalam helat yang kini diberi nama Gema Muharram.
Bupati H. Muhammad Wardan, 2014 lalu, melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Inhil menggelar kegiatan yang diangkat dari budaya masyarakat lokal ini kemeriahannya memang terasa berbeda.
Ribuan masyarakat se-Indragiri Hilir akan berbondong ke lapangan Gajah Mada, Tembilahan, lokasi pelaksanaan kegiatan.
Event yang kini telah menjadi agenda tahunan tersebut, setiap tahunnya akan diselenggarakan pada tanggal 1 sampai dengan 10 Muharram.
Biasanya, rangkaian kegiatan Gema Muharram terdapat Pawai pada tanggal 1 Muharram, doa pergantian Tahun Baru Hijriah, dan Ceramah Agama. Kemudian pada tanggal 2-9 Muharram, biasanya digelar Lomba dan Pertunjukan Seni Islam
Bazaar.
Daya tariknya adalah Festival Gema Muharram di hari ke sepuluh (puncak) yang biasanya akan dihadiri puluhan ribu orang. Selain itu, terdapat pula pertunjukan-pertunjukan Religi setiap malam selama 10 hari penuh, khususnya di Kota Tembilahan.