Entaskan Stunting, Dinkes Inhil Melalui UPT Puskesmas Kuala Enok Bentuk Pos Terpadu

Entaskan Stunting, Dinkes Inhil Melalui UPT Puskesmas Kuala Enok Bentuk Pos Terpadu

KILASRIAU.com  - Berdasarkan data dari program gizi di UPT Puskesmas Kuala Enok tahun 2020 dan 2021 didapatkan data 95 orang balita mengalami stunting. Dalam upaya pengentasan stunting UPT Puskesmas Kuala Enok Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bekerjasama dengan lintas sectoral melakakukan pembentukan pos stunting diwilayah kerjaannya.

Dijelaskan Kepala UPT  Puskesmas, Kuala Enok H.  Muhammad Syum,  SKM.  MM melalaui Nursiah Sitompul, Amd Keb, Bidang koordinator kelurahan kuala enok, dengan dibentuknya pos Stunting sejumlah kegiatan pembinaan diadakan. Diantaranya, kegiatan pembinaan kader posyandu balita dan edukasi makanan bergizi dengan bahan lokal kepada ibu balita di posyadu merpati Kuala Enok Kecamatan Tanah Merah.

Dijelaskan Nursiah Sitompul, kegiatan ini dilakukan sebagai rencana tindak lanjut dari kegiatan Orienatasi Kapasitas Kader dan SDM Pengelola Posyandu di Desa Lokus Stuntig yang diadakan oleh falkultas kesehatan masyarakat Universitas Andalas (UNAND) yang dilaksanakan pada hari Selasa, (02/11/2021) lalu, yang dilakukan secara daring yang dikuti oleh 10 Puskesmas lokus stunting yaitu salah satunya UPT Puskesmas Kuala Enok.

Diuraikannya, rencana tindak lanjut UPT Puskesmas Kuala Enok melakukan dua kegiatan yakni kegiatan pertama Pembinaan Kader Posyandu Balita yang dilaksanakan di ruang terbuka di RW. 06 RT. 02 Kelurahan Kuala Enok atau biasa di sebut AEC, Selasa (09/11/2021) lalu.

"Kegiatan ini bertujuan untuk membina para kader posyandu balita dengan mengingatkan kembali peran, tugas, dan kewajiban sebagai kader posyandu balita, serta bertujuan utuk menciptakan kader kesehatan yang peduli, tanggap dan mampu menggerakan masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama masalah kesehatan ibu dan anak untuk mewujudkan generasi yang sehat," jelas Nursiah Sitompul, Amd Keb, Rabu (17/11/2021).