Pengolahan Pasca Panen di Kecamatan GAS

Pengolahan Pasca Panen di Kecamatan GAS
Foto: Pengolahan Kopra Putih, Fb

Kilasriau.com, INDRAGIRI HILIR - Pengolahan pasca panen menjadi salah satu cara yang inovatif yang dikembangkan oleh petani kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dalam meningkatkan nilai tambah dari produk perkebunan.

Dalam pengolahan pasca panen perkebunan kelapa, produk yang bisa dihasilkan oleh petani kelapa maupun kelompok tani bisa berupa minyak, kopra, VCO, Nata DeCoco, bahkan dengan memanfaatkan limbah kelapa seperti sabut kelapa yang bisa diolah menjadi bahan yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Mengenai pengolahan pasca panen kelapa, dari informasi yang didapat melalui masyarakat di Kecamatan GAS, Guntur mengatakan bahwa pada umumnya masyarakat petani kelapa di Kecamatan Keritang hanya diolah menjadi kopra.

"Untuk pasca panen hanya diolah menjadi kopra, selebihnya banyak yang langsung jual kelapa bulat," tutur Guntur baru-baru ini kepada awak media.

Selain itu, mengenai pemanfaatan limbah seperti tempurung dan sabut kelapa untuk di Kecamatan GAS kata Guntur, jika petani kelapa tersebut membuat kopra tempurung kelapanya akan diolah menjadi arang. 

Sedangkan untuk sabut kelapanya hanya dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk membuat kopra salai dan digunakan sebagai  bahan untuk menimbun tanah.

"Kalau pabrik khusus untuk pengolahan limbah sabut kelapa di Kecamatan GAS belum ada," paparnya.

Untuk diketahui, melalui data Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri Hilir bahwa perkebunan kelapa di Kecamatan GAS untuk  jenis Kelapa Dalam memiliki luas 17.178 hektar, dengan potensi produksi hasil perkebunan tercatat pada semester II (Juli-Desember) 2019 mencapai 7.715.224 kilogram.

Untuk perkebunan kelapa jenis Kelapa Hibrida hanya memiliki luas 10 hektar, dengan potensi produksi hasil perkebunan tercatat pada semester II (Juli-Desember) 2019 mencapai 3.250 kilogram.(Adv/Arbain)