KILASRIAU.com - Polda Riau meluncurkan Aplikasi Bersama Selamatkan Riau (BSR) yang difungsikan untuk mempermudah pekerjaan petugas di lapangan dalam penanganan terhadap masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19. Aplikasi berbasis teknologi ini, juga sudah dijalankan diseluruh wilayah di Riau, melalui Polres yang ada.
Berkat kecanggihan, efektivitas dan efisiensinya, Aplikasi BSR pun menjadi terobosan teranyar yang digagas Polda Riau. Ini juga ditujukan untuk mengantisipasi lonjakan penularan Corona gelombang ketiga yang diwaspadai dalam bulan-bulan ke depan. Saat ini, ada sekitar 1.800 orang dari Polri, TNI serta tenaga kesehatan di Riau yang tergabung sebagai tracer dalam aplikasi BSR.
Provinsi Riau sendiri dianggap mampu menekan angka penularan Covid-19 saat gelombang kedua melanda beberapa waktu lalu. Bahkan hingga kini, angka penderita Corona terus menurun di Riau. Diharapkan, dengan adanya Aplikasi BSR yang terbaru ini mampu menekan pandemi ketika gelombang ketiga.
Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi saat launching Aplikasi Bersama Selamatkan Riau (BSR) di Kabupaten Kepulauan Meranti pada Rabu (6/10/2021) memaparkan, pada awal Agustus angka positivity rate di Riau mencapai 31 persen. Berkat kecepatan penanganan dan pencegahan, angka ini menurun drastis menjadi 1,4 persen.
Penurunan angka positivity yang hari ini menjadi 1,4 persen salahsatunya merupakan kontribusi aplikasi BSR. Bisa dilihat, penanganan yang awalnya masih sangat rendah, artinya jumlah orang terkonfirmasi sedikit yang diverifikasi saat ini semakin hari sudah semakin banyak. Artinya semakin banyak mereka yang ditangani dari aplikasi tersebut," terangnya.