Saat Dikunjungi ULP PLN Tembilahan, Ini yang Disampaikan Kades Sungai IntanĀ 

Kamis, 03 Desember 2020

KILASRIAU.com - Saat Desa Sungai Intan, Kecamatan Tembilahan Hulu dikunjungi ULP PLN Tembilahan Rabu 2 Desember 2020 warga sangat senang dan semangat. Ini karena bisa langsung menyampaikan aspirasi terkait dengan penerangan listrik.

Kepala Desa Sungai Intan Ahmad Efendi menyampaikan bahwa masyarakat yang ada di Desa Sungai Intan ini berjumlah 850 kepala keluarga (KK) hanya 70 yang telah dialiri listrik

"Tentunya dengan kedatangan PLN Tembilahan ini bisa nantinya memberikan solusi ataupun mengupayakan agar di desa kami ini juga bisa merasakan penerangan pada malam hari," kata Ahmad.

Lebih lanjut, Kades Sungai Intan ini mengatakan, jadi masih ada 775 yang belum merasakan dan menikmati penerangan listrik. Padahal Indonesia sudah merdeka namun di Desa Sungai Intan masih terjajah dengan penerangan.

"Maka dari itu besar harapan kami Desa Sungai Intan ini dapat pemerataan terkait penerangan listrik dari PLN, Dan saya juga ucapkan terimakasih karena sudah sudih datang ke desa kami ini," imbuhnya.

Manejer PLN Tembilahan Moh Hosen pada saat itu datang bersama Kapolsek Tembilahan Hulu Rino Handoyo dan Yayasan Vioni Bersaudara (YVB) Marlis Syarif, Ketua Kamar Dagang (Kadin) Inhil  H Ardiansyah, menanggapi persoalan yang saat ini masih di alami Desa Sungai Intan terkait penerangan listrik yang boleh dikatakan masih 10% yang terealisasi listrik.

"Kami dari PLN sendiri akan mengupayakan agar masyarakatnya di Desa Sungai Intan ini juga bisa merasakan penerangan listrik," tutur Hosen.

Untuk diketahui bahwa di PLN sendiri khususnya di Inhil ada tiga unit ULP dan masing-masing itu memiliki wilayah kerja tersendiri seperti ULP Rengat kota wilayah kerjanya sampai Selensen, untuk ULP Tembilahan itu mulai dari seberang jembatan rumbai hingga pulau burung, dan Concong. Yang terakhir PLN ULP Kuala Enok dan desa ini masuk dalam wilayah kerja  PLN ULP Enok.

"Jadi kami mewakili PLN tidak memisahkan antara wilayah Enok atau Tembilahan karena prinsip kami dimana bumi di pijak di situ langit di junjung. Maka dari itu, apa yang bisa kami lakukan untuk Inhil ini tentunya akan di upayakan, namun harus di ingat bahwa kewenangan bukan pada kami," ucap Manejer PLN Tembilahan Moh Hosen dengan semangat.

Selain itu, Moh Hosen menyampaikan akan melakukan koordinasi bersama kepala desa. Karena ini ada beberapa hal-hal yang harus diketahui dan tidak bisa terealisasi langsung tembus dengan normatif.

"Maka dari itu, kami berpesan kepada kepala desa dan masyarakat agar berhati-hati dan tidak tertipu dengan iming-iming dari siapapun yang mengatas namakan PLN dengan bermodalkan foto dengan saya yang mengaku sebagai petugas untuk survey dan meminta imbalan. Jadi jika ada jaringan listrik masuk itu semua ditanggung oleh pihak PLN dan tidak ada untuk memberatkan pelanggan," jelasnya.