Kepala DLHK Inhil Masih Pelajari Peristiwa Pembuangan Sampah di Sungai

Ahad, 26 April 2020

KILASRIAU.com - Beredar video di Media Sosial (Medsos) Facebook diduga oknum pekerja Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan(DLHK) di Kabupaten Inhil membuang sampah di aliran sungai Indragiri 

Tampak di dalam video tersebut, oknum dari pekerja yang biasa dikenal pasukan berbaju kuning ini membuang sampah di pelabuhan dan disaksikan masyarakat sekitar,  pada Hari Sabtu 25 Apri 2020.

Video ini viral dan beredar di beberapa grup Facebook. Postingan yang pertama ditampilkan oleh akun @Haris Senin sempat  dikomentari sebanyak 19 netizen dan dibagikan sebanyak 52 serta  like 18 orang. 

Adapun isi komentarnya berbagai ragam tanggapan, berikut ulasannya. 
‌akun @Mas Andi Permadi "nyamannya Leh membuang, Matia udang, da Hingkat lagi aku nanggo" 
Akun @Nasruddin Annas "Ini namanya TUKANG SAMPAH"
Akun @Nur Ayu Ilahi "ih ngapa gitu,,, bukannya membersihkan malah buat pencemaran,,, Tak adakah d suruh bakar,,, petugasnya malas kali kasih orang2 gini biar tidak merusak lingkungan" 
‌akun @Subkhan Riza  "Tolong diteruskan ke pemimpinnya biar dipecat tu orang....!!" 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Inhil  IIyanto saat dikonfirmasi media mengatakan bahwa pihaknya sudah mengetahui tentang peristiwa tersebut, dan saat ini pihaknya sedang menyelidiki penyebabnya. 

"Kami sampai saat ini masih dalam proses menyelidiki mengenai kasus tersebut yang beredar di Facebook," ujar IIyanto, Minggu (26/4/2020).

IIyanto juga menyatakan akan memproses terlebih dahulu kasus ini dan mengenai sanksinya tergantung pada proses penyelidikan. 

"Karena itu perlu dipelajari, kenapa ?. 
Jika benar kali ini dan tidak ada niat lain, tentu teguran pertama. Namun jika selalu (sering, red) nah ini perlu sanksi yang lebih," ucapnya.

Terakhir ia menghimbau kepada seluruh pekerja agar menjalankan tugas sesuaikan dengan rencana kerja. Karena semua sampah harus dibawa k TPA. Dan untuk semua elemen agar dapat menegur agar hal serupa tidak terjadi kembali

"Maka dari itu, kepada pekerja yang diatur mandor hendaknya menerapkan rencana kerja sebaik-baiknya. Untuk seluruh elemen masyarakat mohon bantuan untuk menegur atau menghalangi jika hal-hal ini terjadi lagi," Imbuhnya.