Kilasriau.com, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, mengajak generasi muda untuk terus mengasah kompetensi dan memperkuat daya adaptasi dalam menghadapi dinamika dunia kerja.
Pesatnya perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), dan otomatisasi menuntut tenaga kerja memiliki keterampilan yang relevan agar mampu bersaing sekaligus menangkap berbagai peluang baru.
Menurut Afriansyah, disrupsi teknologi dan transformasi industri mengubah peran sejumlah profesi. Karena itu, tantangan ketenagakerjaan saat ini tidak sebatas pada ketersediaan lapangan kerja, tetapi juga pada masih adanya kesenjangan antara kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan dan kemampuan yang dimiliki para pencari kerja.
"Pendidikan harus diterjemahkan menjadi kompetensi, kompetensi menjadi produktivitas, dan produktivitas menjadi kesejahteraan," tegasnya saat menjadi pembicara pada Beyond Professional Youth Con 2026 bertema "Beyond Work: What Happens When Your Profession Is No Longer Your Identity?" di Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Untuk menjembatani kesenjangan tersebut, Afriansyah menekankan pentingnya penguasaan keterampilan teknis (hard skills) yang diimbangi kemampuan nonteknis (soft skills), seperti komunikasi, kolaborasi, kedisiplinan, kreativitas, serta pemecahan masalah. Sertifikasi kompetensi pun dinilai krusial sebagai pengakuan formal atas keahlian tenaga kerja sesuai standar industri.