Kilasriau.com - Kepada Saudara-saudaraku para pekerja dan pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di bumi Kuantan Singingi yang saya cintai dan banggakan.
Setiap kali saya berdiri di tepi sungai kita, hati saya selalu bergemuruh. Di balik gemuruh mesin dompeng yang berputar siang malam, ada peluh yang menetes demi sesuap nasi. Ada harapan seorang ayah untuk membiayai sekolah anaknya, ada bakti seorang anak untuk membelikan obat orang tuanya, dan ada perjuangan keluarga agar asap dapur tetap mengepul.
Kenyataan hari ini, tambang rakyat ini telah menjadi urat nadi perekonomian masyarakat Kuansing. Sektor ini menekan angka pengangguran dan membantu ribuan perut bertahan hidup di tengah himpitan ekonomi yang sulit. Anda semua bukanlah kriminal; Anda adalah pejuang keluarga yang mencari nafkah di tanah kelahiran sendiri.
Namun, sampai kapan kita harus hidup dalam ketakutan? Sampai kapan saudara-saudara saya harus bekerja dengan was-was, berkejaran dengan aparat, dan dibayangi ketidakpastian hukum yang membuat tidur tak tenang?
Janji WPR yang Tak Kunjung Padam Menjadi Keresahan