FKP 2026, Bea Cukai Lhokseumawe Perkuat Sinergi Layanan dan Pengawasan

FKP 2026, Bea Cukai Lhokseumawe Perkuat Sinergi Layanan dan Pengawasan

Kilasriau.com, LHOKSEUMAWE — Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Lhokseumawe memperkuat komitmen peningkatan kualitas pelayanan publik melalui Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026. Forum tersebut menjadi ruang dialog antara Bea Cukai dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk menghimpun masukan, saran, serta aspirasi terkait penyelenggaraan pelayanan dan pengawasan kepabeanan dan cukai.

Mengusung tema “Sinergi Pelayanan dan Pengawasan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan Kepabeanan dan Cukai”, kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Bea Cukai Lhokseumawe, Selasa (29/9/2026), tersebut dibuka oleh Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Lhokseumawe, Bambang Sutarjo.

Forum dihadiri oleh berbagai unsur pemangku kepentingan, antara lain akademisi, insan media, pengguna jasa, tokoh masyarakat, serta stakeholder terkait. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam membangun perspektif yang lebih beragam terhadap kualitas pelayanan dan efektivitas pengawasan Bea Cukai di wilayah Lhokseumawe.

“Forum Konsultasi Publik ini menjadi wadah bagi kami untuk mendengar secara langsung pandangan, masukan, dan aspirasi dari masyarakat serta pengguna layanan. Masukan tersebut menjadi bahan penting bagi kami untuk melakukan evaluasi dan perbaikan,” ujar Bambang.

Dalam forum tersebut, Dr. Nur Hafni, S.Sos., MPA, Ketua Jurusan Administrasi Universitas Malikussaleh, hadir sebagai pemateri utama. Ia menyampaikan gagasan “Collaborative Customs Governance” atau tata kelola kepabeanan kolaboratif sebagai pendekatan untuk memperkuat sinergi antara pelayanan dan pengawasan.