Kilasriau.com - Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW IWO) Provinsi Riau, Muridi Susandi, menyoroti keras pernyataan mantan Gubernur Riau Brigjen TNI (Purn) Edy Afrizal Natar Nasution yang meminta Kapolda Riau dan Pangdam meninggalkan Riau apabila dinilai tidak mampu mengatasi persoalan kelangkaan solar.
Muridi menilai kritik terhadap aparat maupun pejabat publik merupakan bagian dari demokrasi dan kontrol sosial. Namun, kritik tersebut semestinya disampaikan secara proporsional, santun, berbasis data serta disertai bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Pak Edy Natar adalah tokoh Riau, mantan Gubernur dan purnawirawan jenderal. Kritik beliau tentu harus kita hormati. Tetapi menurut saya, pernyataan meminta Kapolda dan Pangdam pindah dari Riau terlalu berlebihan. Kritiklah dengan santun. Kalau memang ada persoalan, buka data dan buktinya. Jangan hanya berhenti pada kata-kata,” kata Muridi, Minggu (27/9/2026).
Muridi menegaskan dirinya tidak mempersoalkan kritik Edy terhadap penanganan kelangkaan solar. Menurut dia, persoalan BBM subsidi memang harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Namun, ia mempertanyakan apabila kritik tersebut kemudian diarahkan dengan meminta Kapolda dan Pangdam meninggalkan Riau.
“Kalau memang ada dugaan mafia solar, siapa pemainnya? Di mana praktiknya? Apa buktinya? Sampaikan kepada aparat penegak hukum dan mari kita kawal bersama. Jangan kemudian seluruh persoalan seolah-olah dibebankan kepada Kapolda dan Pangdam,” ujarnya.